Berita Manggarai Barat Hari Ini
Peserta Festival Golo Koe Bersihkan Sampah dan Tanam Ribuan Anakan Bambu dan Bakau
Kegiatan ekologis yang dilaksanakan peserta Festival Golo Koe Labuan Bajo berupa penanaman bambu dan bakau di Daerah Aliran Sungai (DAS)
Penulis: Gecio Viana | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Ketua Umum Festival Golo Koe Labuan Bajo, dr Yulianus Weng mendampingi Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat, Pr menghadiri kegiatan ekologis, yang menjadi salah satu kegiatan Festival Golo Koe Labuan Bajo, Selasa 9 Agustus 2022.
Kegiatan ekologis yang dilaksanakan peserta Festival Golo Koe Labuan Bajo berupa penanaman bambu dan Bakau di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan di wilayah pantai, serta pembersihan lingkungan.
Penanaman simbolis anakan bambu dilaksanakan sepanjang bantaran aliran sungai Wae Mese Nanga Nae dan penanaman bakau di Ketentang, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Pada saat bersamaan juga sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan peserta festival Golo Koe Labuan Bajo juga melakukan aksi pungut sampah di Pantai Pede, Waterfront City Marina Labuan Bajo dan Pantai Kelumpang.
Terdapat sebanyak 3 ribu anakan bambu yang telah disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Manggarai Barat untuk ditanam sepanjang bantaran aliran sungai Wae Mese Nanga Nae.
Selain itu, disiapkan juga sebanyak 500 koker tumbuhan bakau yang rencananya akan ditanam di pantai Kelumpang. 500 koker tumbuhan bakau ini didatangkan dari Kevikepan Reo.
Baca juga: Bupati Minahasa Utara Kagumi Kearifan Lokal Manggarai Dipamerkan Di Festival Golo Koe Labuan Bajo
Adapun 3000 anakan bambu dan 500 koker tanaman Bakau yang disiapkan, sebagai bentuk dukungan Pemda Manggarai Barat atas pelaksanaan Festival Golo Koe Labuan Bajo Tahun 2022.
“untuk kegiatan ekologinya ada 2 jenis tanaman yang disiapkan, yakni anakan bambu disiapkan 3.000 anakan bambu dengan kosentrasi penanaman sepanjang bantaran aliran sungai Wae Mese," ungkap Sebastian Wantung selaku Kadis Lingkungan Hidup Manggarai Barat yang juga Ketua Seksi Kebersihan dan Ekologi dalam keterangan yang diterima POS-KUPANG.COM.
Menurut Sebastianus Wantung, apabila 3.000 anakan bambo ini tidak bisa ditanami oleh umat yang mengikuti Festival Golo Koe, akan dilanjutkan oleh masyarakat setempat, mengingat sepanjang bantaran aliran sungai Wae Mese- Nanga Nae adalah lahan milik warga setempat.
Dijelaskan bahwa masyarakat setempat juga sangat antusias, karena dampak dari kegiatan ini yang akan mendapat manfaatnya kelak adalah warga sekitar.
Sebelum pelaksanaan kegiatan Penanaman Pohon dilakukan Ibadat Ekologi yang dipimpin Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, Pr.
Dalam khotbahnya Uskup Ruteng, Siprianus Hormat mengatakan bahwa dalam Festival Golo Koe Labuan Bajo ini, pihak Keuskupan dengan penuh kesadaran mengangkat tema 'Mengendus Jejak Allah, di alam Ciptaan-Nya.
Baca juga: Menko Marves Berikan Apresiasi Festival Golo Koe Labuan Bajo 2022
Menurutnya tema ini ingin menegaskan Allah yang disembah, Allah yang diimani tidak hanya ada dalam ruang ibadat, dimana umat merayakan Ekaristi, namun Allah yang di 'Imani' nampak dalam alam ciptaannya.
“Keuskupan kita kali ini mengusung tema Mengendus Jejak Allah di Alam Ciptaannya, kita ingin mengajak semua orang untuk melihat dalam iman, bahwa Allah yang kita sembah tidak hanya ada di ruang-ruang tenang damai di Altar di mana kita merayakan Ekaristi. Allah yang nampak dihadapan kita adalah mata kita dalam pandangan kita melalui ciptaan- ciptaannya," ucapnya.