Berita Belu

Sejumlah Komunitas Rajut Kebersamaan Lewat MeNoken di Pulau Timor 

Malamnya dilanjutkan dengan acara api inspirasi yang diisi dengan  sharing kegiatan atau aktivitas dari komunitas-komunitas

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG. COM/TENI JENAHAS
PESERTA - Peserta kegiatan MeNoken saat mengunjung kampung Adat Matabesi di Kabupaten Belu, Jumat 5 Agustus 2022.  

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA - Sejumlah komunitas di Kabupaten Belu mengikuti MeNoken bersama dengan komunitas-komunitas dari berbagai daerah di NTT dan juga dari luar NTT. 

MeNoken adalah sebuah gerakan merajut tindakan dan membangun wadah untuk menyambungkan komunitas, produk, pengetahuan, dan solidaritas. 

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Rumah Solusi Beta Indonesia ini sudah sampai pada titik kemah ketiga di Atambua, Kabupaten Belu, Jumat 5 Agustus 2022. Titik kemah pertama dimulai dari Kabupaten Kupang dan akan berakhir di Dilli Timor Leste tanggal 8 Agustus 2022.

Baca juga: Anggota Polres Belu, Bripka Nasrul Gandeng Petani Tanam 700 Pohon Tomat 

Panitia kegiatan MaNoken di Kabupaten Belu, Yashinta Rinjani Bria kepada Pos Kupang. Com menyampaikan, kegiatan MeNoken dilaksanakan dari tanggal 2 sampai 8 Agustus 2022 di tiga titik kemah. Pertama di Sekolah Alam Manusak, Kabupaten Kupang, kedua di Atambua, Kabupaten Belu dan ketiga di Dili, Timor Leste. 

Peserta kegiatan ini berasal dari komunitas-komunitas yang ada di Kabupaten Belu. Ada juga utusan dari Kupang, Lembata, Sikka, Ende, Alor, Soe, Kefa dan Malaka serta dari Bogor, Jogya dan Denpasar. 

Di Belu, rangkaian kegiatan yang dilakukan peserta adalah kunjungan ke Kampung Adat Matabesi, Sekolah Tenun Anak Nunupuh, Jumat 5 Agustus 2022.

Malamnya dilanjutkan dengan acara api inspirasi yang diisi dengan  sharing kegiatan atau aktivitas dari komunitas-komunitas kemudian sharing kisah sukses dari Sekda Belu dan juga Ketua Kadin Kabupaten Belu. 

Baca juga: 40 Lebih Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Kabupaten Belu Selama 2022

Yani Bria menjelaskan, MeNoken sepenuhnya berfilosofi pada noken itu sendiri, yaitu kasih kerahiman, rajutan solidaritas, kekuatan dalam kelenturan, pendayagunaan, keterbukaan dan memelihara kehidupan.

Kegiatan Menoken adalah kegiatan yang selalu bersifat informal, fleksibel, lentur, mengutamakan persahabatan, berkumpul, kemping, memasak dan makan bersama, bertukar cerita dan pengetahuan, menyanyi, berpuisi, menari dan menikmati seni budaya bersama-sama, menjalin semangat, dan solidaritas.

"Menoken From West Timor to East Timor (dari Timor Barat ke Timor Timur) adalah merajut kasih kerahiman, memperkuat solidaritas, tumbuh bersama di rahim kehidupan Tanah Timor. Semua bisa merajut noken, memiliki isi noken, dan berbagi isi Noken", paparnya. (*)

Berita Kota Kupang Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved