Berita Kota Kupang

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Yayasan Pelita Kasih Bangsa dan Sinode GMIT MoU Sekolah Model GMIT

Pihaknya menambahkan Sekolah Abdi Kasih Bangsa telah memenuhi standar pembelajaran sekolah yang berdiri sejak Tahun 2007 silam.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
TANDATANGAN : Ketua Pengurus Yayasan Pelita Kasih Bangsa, Faibnarimat S. Inabuy, Ph.D menandatangani MoU Program Pendampingan untuk pembentukan sekolah model GMIT di Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Imanuel Oepura, Kota Kupang, Minggu 31 Juli 2022 malam. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Yayasan Pelita Kasih Bangsa bersama Majelis Sinode GMIT melakukan penandatanganan MoU Program Pendampingan untuk pembentukan sekolah model GMIT.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua  Pengurus Yayasan Pelita Kasih Bangsa, Faibnarimat S. Inabuy, Ph.D bersama Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery LY. Kolimon di Gedung Kebaktian GMIT Imanuel Oepura, Minggu 31 Juli 2022 malam.

Yayasan Pelita Kasih Bangsa juga menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Ketua Yapenkris Prisqila Kota Kupang, Drs. Maxwell H. Halundaka,M.M.

Dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan Pelita Kasih Bangsa, Faibnarimat Inabuy, Ph.D mengatakan pihaknya hadir untuk membantu GMIT mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekolah-sekolah GMIT.

Baca juga: Pembukaan Camp Pemuda GMIT Klasis Kupang Barat Bupati Minta Pemuda Harus Memiliki Wawasan Wirausaha

Baginya, komitmen Yayasan Pelita Kasih Bangsa untuk memajukan pendidikan bukan perkara mudah sehingga butuh dukungan dari semua unsur GMIT agar melangkah bersama meningkatkan kualitas pendidikan anak NTT.

Ketua Badan Pembina Yayasan Pelita Kasih Bangsa, Pdt. Emr. Dr. J.E.E. Inabuy, MTh, STM mengatakan pihaknya bersyukur kerjasama dan MoU telah ditandatangani setelah sekian lama direncanakan.

Penandatanganan MoU menjadi komitmen antara GMIT bersama Yayasan Pelita Kasih Bangsa dan Sekolah Abdu Kasih Bangsa yang menjadi fasilitator pembangunan Sekolah Kristen di NTT.

"Pembentukan sekolah model bagi sekolah GMIT yang diterapkan pada SD GMIT Imanuel Oepura dengan menanamkan pola pendidikan karakter bagi para generasi muda Kristen," ungkap Pdt. Inabuy.

Dalam penandatanganan MoU meliputi tiga dokumen meliputi MoU antara Majelis Sinode GMIT dan Yayayan Pelita Kasih Bangsa, dokumen Nota Kesepahaman antara Sekolah Abdi Kasih Bangsa dan  Yapenkris GMIT Prisqila Kota Kupang, dan dokumen berisi detaul program rencana kegiatan, sekaligus rincian biaya program kegiatannya.

Baca juga: Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Kunker Ke Amarasi, Hadiri Pembukaan Camp Pemuda GMIT

Pihaknya menambahkan Sekolah Abdi Kasih Bangsa telah memenuhi standar pembelajaran sekolah yang berdiri sejak Tahun 2007 silam.

"Perkembangan dunia pendidikan muncul banyak sekolah dengan kualitas rendah tapi bayaran sangat mahal serta mengejar profit, sehingga Sekolah Abdi Kasih Bangsa hadir untuk menjangkau masyarakat yang sulit mendapatkan akses pendidikan di wilayah pinggiran dan pedalaman," ujar Pdt. Inabuy.

Selain itu Sekolah Abdi Kasih Bangsa juga ditunjuk langsung oleh Kemendikbud untuk melaksanakan pola pendidikan karakter bagi para generasi muda.

Sedangkan Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery LY. Kolimon mengatakan GMIT memiliki sekitar 500 sekolah tingkat PAUD, SD, dan Perguruan Tinggi dengan kondisi sangat memprihatinkan.

"Hingga saat ini sekolah GMIT belum cukup kuat selain sekolah yang bekerjasama dengan Yayasan Lantunan Nurani Bahtera (Lanthera) dan Sekolah Dian Harapan," jelas Pdt. Mery.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved