Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik 30 Juli 2022, Atas Hasutan Istri Herodias Kepala Yohanes Pembaptis Dipenggal
Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RD. Ambros Ladjar dengan judul Atas Hasutan Istri Herodias, Maka Kepala Yohanes Pembaptis Dipenggal.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RD. Ambros Ladjar dengan judul Atas Hasutan Istri Herodias, Maka Kepala Yohanes Pembaptis Dipenggal.
RD. Ambros Ladjar menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk Yeremia 7:1-11, dan bacaan Injil Matius 14:1-12.
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan teks lengkap bacaan Sabtu 30 Juli 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
Kasus pembunuhan Lorens Wadu di Lembata atau kasus Astried dan Lael di Kupang. Juga kasus yang menimpah keluarga Irjen Pol Ferdy Sambo. Semuanya menyita perhatian publik di seluruh Nusantara.
Tak cuma itu, tapi juga anak negeri yang ada di berbagai belahan dunia lain. Mungkin kasus serupa itu juga mirip di beberapa tempat lain yang belum sempat diangkat media.
Meskipun sudah ada prosedural hukum dan putusan, tapi semua kasus pembunuhan dilatarbelakangi hasutan hanya karena kepentingan.
Hal itu mengundang kritik, kutukan dan kecaman serta caci maki dari mana-mana akibat menghilangkan nyawa orang yang tak bersalah.
Sesungguhnya seluruh hidup manusia tak bisa lepas dari masalah. Tak jarang berakhir dengan konflik kepentingan.
Berbagai cara coba dibangun hanya untuk mengakhiri persoalan. Orang selesaikan dengan pembunuhan watak, karakter.
Jika caranya juga belum mempan, maka lebih sadis lagi sekiranya nyawa orang dihilangkan untuk menghalalkan berbagai cara kejahatan.
Yohanes Pembaptis adalah salah satu korban pembunuhan berdarah sesuai wacana biblis hari ini. Dia seorang nabi yang berani karena benar sempat mempermalukan wibawa mereka.
Gara-gara perselingkuhan dan teguran keras kepada Herodes dan Herodias istri Filipus saudaranya menyisakan dendam di hati.
Pada akhirnya nyawa jadi taruhan dengan cara pemenggalan kepala.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Juli 2022, Matinya Nurani Kemanusiaan
Sebagai seorang tokoh publik hati Herodes ketar-ketir dan cenderung goyah. Dia sudah memberi harapan yang harus segera dipenuhi.
Janjinya adalah suatu tanda keberpihakan atas apa yang sudah salah diucapkan. Lagi pula kalau ia dihasut oleh lingkungan orang dekat yang haus akan posisi dan jabatan serta mau cari titik aman. Padahal tindakan Yohanes itu tepat sasar sesuai situasinya.