Berita Kota Kupang

Cegah Stunting, PPKb Gelar Pembekalan Calon Pengantin di Kota Kupang, Ini Penjelasan Hermanus Man

BKKBN Provinsi NTT dan Paroki St Yoseph Naikoten, menggelar pembelakan calon pengantin, untuk pencegahan stunting, di Aula Gereja St Yoseph Naikoten

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG/HO-DOK.PRIBADI
BERI MATERI - Wakil Wali Kota Kupang dr Hermanus Man memberikan materi pembekalan pra nikah di Aula Gereja St Yoseph Naikoten, Kamis 21 Juli 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Kupang bekerja sama dengan BKKBN Provinsi NTT dan Paroki St Yoseph Naikoten, menggelar pembelakan calon pengantin, untuk pencegahan stunting, di Aula Gereja St Yoseph Naikoten, Kamis 21 Juli 2022. 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang dr Hermanus Man yang juga sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Kupang, yang hadir sebagai narasumber dan kegiatan pembekalan calon pengantin ini akan bekerja sama dengan gereja-gereja, masjid dan lainnya, untuk melalukan sosialisasi dan pembekalan kepada calon pengantin. 

Wakil Wali Kota Kupang, dr Hermanus Man mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting, bukan kepada pasangan suami istri tetapi juga kepada pasangan yang akan menikah. 

"Jadi ini merupakan program untuk pencegahan,  kita pemerintah akan diskusi dengan pihak Majelis Sinode GMIT, Keuskupan, Majelis Ulama dan lainnya, akan kita undang untuk diskusi bersama terkait dengan pembuatan regulasi atau dasar hukumnya," kata Hermanus Man

Herman Man menjelaskan, hal ini akan menjadi salah satu syarat bagi pasangan yang akan menikah, jika tidak dipenuhi maka akan ditunda jadwal pernikahan mereka. Tentunya untuk melaksanakan hal ini, harus dengan persrtujuan dengan semua pemuka agama. 

"Sebelum penerapannya tentu kita akan lakukan sosialisasi kepada masyarakat luas," ungkapnya. 

Baca juga: Komit Turunkan Angka Stunting, Pemkot Kupang Gelar Analisa Situasi Stunting

Hermanus Man berharap dengan adanya regulasi ini, maka dapat mengurangi atau tidak ada lagi kelahiran di luar nikah. "Kita harus menerapkan ini, agar kota ini menjadi kota yang agamais, tentunya juga berdampak pada pencegahan stunting," jelasnya. 

Dia mengatakan, terkait dengan hal ini rencananya dasar aturan yang akan digunakan adalah Peraturan Wali Kota (Perwali). Aturan ini juga menjadi salah satu aturan penting untuk melakukan percepatan penurunan angka stunting di Kota Kupang. 

"Sesuatu yang luar biasa harus dihasilkan dengan cara yang luar biasa, itu prinsip," tandasnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Kupang, Francisca Johana dalam keterangan tertulisnya, mengatakan, kegiatan pembekalan pra nikah ini merupakan salah satu program pencegahan stunting, yang dimulai dari hulu. 

Francisca mengatakan, pembekalan ini merupakan komitmen yang harus dilaksanakan, bahwa kerja sama lintas agama, melalui persiapan-persiapan sebelum perkawinan, yaitu Sinode GMIT, Keuskupan, PHDI, MUI untuk berkomitmen bersama mencegah stunting. (Fan) 

kuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

BERI MATERI - Wakil Wali Kota Kupang dr Hermanus Man memberikan materi pembekalan pra nikah di Aula Gereja St Yoseph Naikoten, Kamis 21 Juli 2022.
BERI MATERI - Wakil Wali Kota Kupang dr Hermanus Man memberikan materi pembekalan pra nikah di Aula Gereja St Yoseph Naikoten, Kamis 21 Juli 2022. (POS-KUPANG/HO-DOK.PRIBADI)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved