Berita Lembata Hari Ini

Final Wanted Cup IV: Duel Para Gelandang Terbaik di Tanah Lembata

Sole Ihing cenderung menjadi penghubung lini bertahan dan lini depan.Kapten Kodak ini merupakan tipe gelandang idaman. 

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
PEMAIN - Para pemain Muhammadiyah FC melakukan selebrasi kemenangan usai memastikan tiket ke babak final Wanted Cup IV dengan mengalahkan Putera Pelangi FC melalui drama adu pinalti di Lapangan Polres Lembata, Rabu, 20 Juli 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Tak ada yang bisa membantah Muhammadiyah FC dan Kodak FC merupakan dua tim yang punya sederet gelandang terbaik. Dua klub yang melaju ke babak final Wanted Cup IV itu, punya statistik impresif di lini tengah. 

Kodak punya empat kakak beradik kandung sekaligus; Mas Pati, Yohanes Sole Ihing, Ari dan Rusli Making. Kakak mereka, Erminus Duli, seperti diketahui merupakan juru taktik klub asal desa Watodiri, Kecamatan Ile Ape tersebut.

Mas Pati alias Master yang biasa ditempatkan pelatih sebagai playmaker untuk mengatur ritme permainan Kodak, kini mengoleksi 7 gol, dan punya peluang meraih gelar pencetak gol terbanyak.

Baca juga: Tak Hadiri Wanted CUP IV, Klub Persedim Hoelea Dilarang Ikut Semua Kompetisi Sepakbola di Lembata

Tak hanya Master. Kodak punya Yohanes Sole Ihing, mantan punggawa tim NTT yang berlaga di PON Papua. Sole Ihing cenderung menjadi penghubung lini bertahan dan lini depan. Kapten Kodak ini merupakan tipe gelandang idaman. 

Dia punya karakter bermain kick and rush sekaligus catenaccio. Kadang mengontrol permainan bola-bola pendek. Kadang juga dia membuka ruang sempit dengan melepaskan umpan panjang. Berbekal pengalaman di level nasional, Sole Ihing merupakan tipe pemimpin dan pendorong semangat para pemain di atas lapangan.

Erminus Duli juga punya pilihan winger-winger lincah yang punya kemampuan mendobrak lini bertahan lawan dari rusuk kiri dan kanan. Mereka cenderung merepotkan bek-bek lawan dengan kecepatan lari dan dribel bola yang mumpuni. Sebut saja, di sana ada Ari Making dan Rusli Making.

Pada laga semi final melawan Atom Muruona, gol pertama Kodak FC tercipta melalui satu serangan balik cepat yang dibangun Master, Ari dan Rusli. Sejauh ini, sejumlah tim yang melawan Kodak selalu kesulitan mengembangkan permainan, khususnya di lapangan tengah.

Baca juga: Dukung Kompetisi Sepakbola di Lembata, Anggota DPRD Ibrahim Begu Beri Piala Wanted Cup IV dan Uang

Dengan semua kemewahan itu, tak heran pula, Kodak FC mengirim banyak punggawanya untuk membela tim Persebata Lembata yang akan berlaga di Liga 3 El Tari Memorial Cup pada September 2022 mendatang.

Sayangnya, hanya ada satu klub yang bisa membungkam publik Watodiri, Ile Ape.

Ya, Muhammadiyah FC merupakan satu-satunya tim yang mengalahkan Kodak 2-1 pada saat laga pembuka Wanted Cup IV di Lapangan Polres Lembata.

Muhamadiyah datang dengan paket komplit pemain muda yang malang melintang di dunia sepak bola NTT.

Mayoritas anak asuh Idris Ali itu merupakan jebolan SKO Flobamorata Kupang yang kini menuntut ilmu di Universitas Muhammadiyah Kupang.

Sejak awal, Muhammadiyah sudah menegaskan kedigdayaan mereka di lapangan. Para gelandang Muhammadiyah bisa membuat frustrasi pemain lawan.

Baca juga: Tak Hadiri Wanted CUP IV, Klub Persedim Hoelea Dilarang Ikut Semua Kompetisi Sepakbola di Lembata

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved