Rusia vs Ukraina
Saksi Ekonomi Uni Eropa Terus Cari Akal Hancurkan Pemerintah Rusia,Kali Ini Coba Larang Ekspor Emas
Saksi Ekonomi Uni Eropa Terus Cari Akal Hancurkan Pemerintah Rusia,Kali Ini Coba Larang Ekspor Emas
Saksi Ekonomi Uni Eropa Terus Cari Akal Hancurkan Pemerintah Rusia,Kali Ini Coba Larang Ekspor Emas
POS-KUPANG.COM - Para Menteri Luar Negeri Uni Eropa terus mencari cara untuk menghancurkan Pemerintah Rusia.
Sejumlah sanksi berat yang telah dikenakan ke Kremlin dinilai belum mampu meredam kebringasan tentara Rusia di Ukraina.
Melakukan sebuah kesepakatan pada Senin (18/7/2022) Uni Eropa kembali menjatuhkan sanksi melalui paket ekstensif terhadap Rusia.
Uni Eropa mencari cara untuk menambahkan larangan ekspor emas.
Dengan harapan, langkah-langkah itu akhirnya mungkin mulai memiliki dampak yang menentukan pada perang di Ukraina.
Baca juga: Uni Eropa Langgar Sanksi, Kini Izinkan Pembelian Gas Rusia
Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan hal yang paling penting saat ini, larangan emas Rusia.
Logam mulia itu merupakan industri ekspor terbesar kedua di Moskow setelah energi migas.
Kelompok negara-negara industri terkemuka Negara G7 bulan lalu telah berkomitmen pada larangan emas.
Dengan alasan Rusia telah menggunakan emasnya untuk mendukung mata uangnya guna menghindari dampak dari beberapa putaran sanksi yang telah diberlakukan.
Sebanyak 27 menteri Uni Eropa juga akan menilai bagaimana dapat memperketat kontrol atas ekspor teknologi tinggi ke Rusia untuk kemungkinan keputusan akhir pekan ini.
Selain tindakan pembatasan, para menteri juga akan menilai rencana meningkatkan bantuan militer ke Ukraina.
Baca juga: Para Pemimpin Uni Eropa Menyetujui Larangan Minyak Rusia Setelah Berkompromi dengan Hongaria
Tetapi, akan diberitahu tentang perkembangan terbaru melalui konferensi video dengan Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba.
“Jika ada yang perlu dilanjutkan, itu adalah pengiriman senjata," kata Menteri Luar Negeri Lithuania Gabrielius Landsbergis.
"Dan siapa saja yang bisa yang bisa melakukan itu, jelas, ini adalah negara-negara industri utama dunia Barat," tambahnya.