Perang Rusia Ukraina

Uni Eropa Langgar Sanksi, Kini Izinkan Pembelian Gas Rusia

Uni Eropa (UE) melunakkan sikapnya dalam kebuntuan atas pasokan energi Rusia, dan menyatakan membeli gas tanpa melanggar sanksi.

Editor: Alfons Nedabang
THE GUARDIAN/AFP
Presiden Tusia Vladimir Putin tetap mengharuskan Uni Eropa membayar gas yang dibelinya dari Rusia dengan rubel. Foto Presiden Vladimir Putin di jaringan pipa gas Rusia di Vladivostok, 2011. 

POS-KUPANG.COM - Uni Eropa kini memperbolehkan perusahaan membeli gas Rusia tanpa melanggar sanksi. Sikap melunak ini menyusul anggota Uni Eropa mengalami kebuntuan atas pasokan energi Rusia.

Dilansir dari Al Jazeera pada Senin 16 Mei 2022, Komisi Eropa akhir minggu lalu mengirim pedoman yang telah direvisi ke negara-negara anggota, yang mengatakan perusahaan harus membuat pernyataan yang jelas bahwa mereka menganggap kewajibannya terpenuhi setelah membayar dalam euro atau dolar.

Sanksi Uni Eropa “tidak mencegah operator ekonomi membuka rekening bank di bank yang ditunjuk, untuk pembayaran yang jatuh tempo berdasarkan kontrak atas pasokan gas alam dalam bentuk gas, dalam mata uang yang ditentukan dalam kontrak tersebut,” kata komisi itu.

Lebih lanjut menurut pedoman itu, operator Uni Eropa harus membuat pernyataan yang jelas bahwa mereka bermaksud memenuhi kewajibannya berdasarkan kontrak yang ada.

Itu termasuk bahwa perusahaan Uni Eropa mempertimbangkan kewajiban kontraktual mereka, mengenai embayaran yang telah dipenuhi dengan membayar dalam euro atau dolar, sesuai dengan kontrak yang ada.

Pedoman Peraturan Dewan Uni Eropa 833/2014 dan Peraturan Dewan Uni Eropa 269/2014 tersebut tidak mencegah perusahaan membuka rekening di Gazprombank.

Baca juga: Video Terbaru Menunjukkan Serangan Rusia di Ukraina Musnahkan Peralatan, Tempat Amunisi, dan Pasukan

Mereka juga akan dimungkinkan membeli gas sesuai dengan sanksi Uni Eropa, setelah invasi Rusia ke Ukraina. Tapi itu tak menyebut soal persyaratan Moskwa untuk membuka rekening kedua dalam rubel, yang menurut keputusan Presiden Vladimir Putin diperlukan untuk menyelesaikan pembayaran.

Panduan tersebut sesuai dengan apa yang dilaporkan Bloomberg pada Sabtu 14 Mei 2022.

Berkelit dari sanksi?

Harga gas Eropa memperpanjang kerugian pada Senin 16 Mei 2022. Perusahaan-perusahaan Eropa mulai bergerak maju untuk memenuhi permintaan Rusia dan menjaga aliran gas.

Raksasa energi Italia Eni SpA akan pindah untuk membuka rekening dalam rubel dan euro dengan Gazprombank pada Rabu 18 Mei 2022, sehingga dapat melakukan pembayaran tepat waktu bulan ini.

Hal itu harus dilakukan untuk menghindari risiko apa pun terhadap pasokan gas dalam negerinya, menurut orang yang mengetahui situasi tersebut.

Baca juga: Dubes Uni Eropa Minta Indonesia Tekan Rusia Hentikan Perang di Ukraina

Perusahaan sedang menunggu pedoman itu diterbitkan secara resmi sebelum bertindak, kata salah satu orang sebagaimana dilansir Al Jazeera. Raksasa Jerman Uniper SE dan OMV AG Austria juga mengatakan memperkirakan pembelian gas akan terus berlanjut.

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck menyatakan optimisme pada Senin 16 Mei 2022 bahwa perusahaan utilitas Jerman akan dapat melakukan pembayaran gas berikutnya ke Moskwa, terlepas dari rezim sanksi dan aturan baru Moskwa.

"Perusahaan akan membayar tagihan berikutnya dalam euro," kata Habeck kepada wartawan selama tur kilang Leuna di Jerman timur.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved