Berita Sumba Timur
Badan Siber dan Sandi Negara Gelar Pelatihan Born to Defense di Sumba Timur
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia menggelar Pelatihan Born to Defense di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia menggelar Pelatihan Born to Defense di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Pelatihan yang dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Kominfo Kabupaten Sumba Timur berlangsung selama tiga hari di Gedung Umbu Tipuk Marisi Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
Pelatihan tersebut merupakan kelas ke-6 dari rangkaian kelas seluruh Indonesia tahun 2022 yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia BSSN RI.
Plh Sekda Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu atas nama Bupati Sumba Timur membuka secara resmi pelaksanaan pelatihan yang diikuti 40 peserta yang terdiri dari ASN itu.
Baca juga: Pemkab Sumba Timur Lepas Calon Jemaah Haji Tahun 2022
Saat upacara pembukaan, Umbu Ngadu Ndamu didampingi perwakilan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia BSSN, Cahyono Adhifatra, S.Sos., dan Kepala Dinas Kominfo Sumba Timur Syane Tamu Ina.
Dalam sambutannya, Ngadu Ndamu menyebut bahwa penyelenggaraan pemerintahan yang kini sedang diarahkan pada digitalisasi juga menghadapi kerentanan terhadap penyalahgunaan. Hal ini berdampak hukum baik dari sisi kewenangan maupun pengelolaan keuangan daerah.
Pemerintah kabupaten Sumba Timur, kata Ngadu Ndamu sejatinya memahami perkembangan penyelenggaraan pemerintahan berbasis digital itu.
Banyak program dan terobosan yang telah disusun untuk mengarahkan pada digitalisasi birokrasi daerah walaupun saat ini belum dilaksanakan sepenuhnya karena kendala anggaran, sumberdaya dan infrastruktur.
Ngadu Ndamu menyebut, karena itu berbagai kekurangan diharapkan dapat diperbaiki pada masa mendatang sehingga proses penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan di Sumba Timur dapat dilaksanakan dengan mengedepankan digitalisasi.
"Kita berharap dengan sistem ini maka keterbukaan dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan dengan lancar, cepat dan tepat serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai koridor aturan undang undang," sebut Ngadu Ndamu.
Pemerintah daerah, kata dia, menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada tim BSSN RI yang menginisiasi kegiatan pelatihan sekaligus bertindak selaku narasumber pelatihan dalam rangka pengembangan SDM daerah.
Baca juga: Ini Yang Dibahas Pemkab Sumba Timur Saat Gelar Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten
Ditemui terpisah, Kadis Kominfo Sumba Timur, Syane Tamu Ina menyebut kegiatan pelatihan Born to Defense bertujuan meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan bagi SDM keamanan sandi dan siber nasional agar memiliki kompetensi untuk mendeteksi kerentanan sistem, mengatasi serangan siber, melakukan investigasi insiden dan mengamankan infrastruktur informasi vital.
Ia menyebut bahwa infrastruktur informasi vital atau IIV yang merupakan sistem elektronik yang memanfaatkan teknologi informasi dalam menunjang sektor strategis, dapat berdampak serius pada kepentingan umum, pelayanan publik, pertahanan keamanan dan perekonomian bila terjadi gangguan.
Hal tersebut menjadi poin pelaksanaan pelatihan oleh BSSN RI tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bssn-Pelatihan-Born-to-Defense-BSSN.jpg)