Rabu, 13 Mei 2026

Prakiraan Cuaca

Bibit Siklos Tropis 97S di Tenggara NTT, BMKG Keluarkan Peringatkan Dini, Ini Daerah Terdampak

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Provinsi Nusa Tenggara Timur (BMKG NTT) memperingatkan ancaman banjir rob.

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Alfons Nedabang
ILUSTRASI
ILUSTRASI GELOMBANG - BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga empat meter di wilayah perairan NTT.  

Ringkasan Berita:

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Timur (NTT) memperingatkan ancaman banjir rob dan gelombang tinggi

Kepala Stasiun Maritim Tenau, Yandri A Tungga mengatakan, banjir rob merupakan peristiwa naiknya permukaan air laut ke daratan pesisir pantai yang disebabkan oleh air laut pasang atau curah hujan yang tinggi, kemudian menyebabkan daerah disekitarnya tergenang oleh air laut. 

"Adanya fenomena fase bulan baru pada tanggal 19 Januari 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum," katanya, Selasa, (20/1/2026). 

Berdasarkan pantauan prediksi pasang surut, kecepatan angin, tinggi gelombang, dan potensi hujan sedang hingga lebat maka dapat mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah NTT berupa potensi banjir pesisir atau rob.

Yandri mengatakan, pada 21-23 Januari 2026, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap banjir rob. Adapun wilayah yang dimaksud adalah pesisir Flores-Alor, pesisir Sumba, pesisir Sabu-Raijua, dan pesisir Timor-Rote. 

Dampak dari banjir rob ini, membuat aktivitas sekitar pelabuhan bongkar muat maupun tambak garam dan perikanan darat ikut terganggu. Warga, kata dia, perlu waspada sekaligus siaga pasang maksimum air laut. 

Yandri menambahkan, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari Barat Daya Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8-37 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di selat Sape, perairan Flores, selat Flores-Lamakera, selat Pantar dan selat Alor. 

Kemudian, kondisi yang sama ada di perairan Selatan Alor-Pantar, selat Sumba, perairan Selatan Sumba, Laut Sawu, selat Ombai, perairan Sabu-Raijua, perairan Utara Timor, perairan Utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, dan perairan Selatan Timor-Rote berpotensi meningkatkannya tinggi gelombang laut. 

"Waspada terhadap awan Cumulonimbus yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan dan tiba-tiba," katanya. 

Ia menerangkan, tinggi gelombang 1-, 2,5 meter akan melanda selat Sape bagian Utara, perairan Utara Flores, selat Flores- Lamakera, selat Pantar, selat Alor, perairan Selatan Alor-Pantar, selat Sumba bagian Timur dan selat Pukuafu. 

Sementara tinggi gelombang 2,5-4 meter berpeluang terjadi di selat Sape bagian Selatan, perairan Selatan Flores, selat Sumba bagian Barat, Laut Sawu, selat Ombai, perairan Selatan Sumba, perairan Utara Sabu-Raijua, perairan Utara Timor, perairan Utara Kupang-Rote, perairan Selatan Sabu-Raijua, perairan Selatan Timor-Rote. 

"Berlaku tanggal 21 Januari 2026 hingga 24 Januari 2026," katanya. 

Kepala Stasiun Meteorologi Kupang Sti Nenotek mengatakan, terpantau adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Tenggara NTT (Australia bagian Utara) yang terus bergerak ke arah Barat. 

Kondisi itu membentuk daerah belokan, perlambatan dan pertemuan angin di wilayah NTT serta aktifnya gelombang Equatorial Rosby, Kelvin dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah NTT.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved