Berita Sumba Timur Hari Ini

Ini Yang Dibahas Pemkab Sumba Timur Saat Gelar Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menggelar Rembuk Stunting tingkat kabupaten. Rembuk Stunting Kabupaten  Sumba Timur itu berlangsung di Gedung Nasio

Penulis: Ryan Nong | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Pelaksanaan Rembuk Stunting Kabupaten Sumba Timur di Gedung Nasional Waingapu, Selasa 5 April 2022. 

Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menggelar Rembuk Stunting tingkat kabupaten. Rembuk Stunting Kabupaten  Sumba Timur itu berlangsung di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, Waingapu, Selasa 5 April 2022 pagi. 

Rembuk Stunting dipimpin Bupati Sumba Timur Drs. Christofel Praing yang didampingi Wabup David Melo Wadu dan Sekretaris Bappeda Yohanes Gah. Hadir pula Ketua DPRD Sumba Timur Ali Oemar Fadaq. 

Rembuk Stunting Kabupaten Sumba Timur  tahun 2022 dengan tema komitmen sehati cegah stunting menuju generasi emas Sumba Timur itu diikuti para pimpinan perangkat daerah, para camat, kepala desa serta kepala puskesmas se-Kabupaten Sumba Timur. Selain itu, rembuk juga diikuti Tim Penggerak PKK, pimpinan Bank, BUMN/BUMD, NGO IDI, IBI dan IPPNU. 

Bupati Christofel Praing dalam sambutannya menegaskan bahwa permasalahan stunting merupakan permasalahan kemanusian yang mendasar dan perlu dilakukan upaya pencegahan dan penurunan secara serius. 

Baca juga: Domu Warandoy Lolos Seleksi Administrasi Sekda NTT 

"Pentingnya permasalahan stunting ditangani secara baik dan menjadi komitmen pemerintah dari tingkat pusat sampai pemerintah desa karena dampak yang akan timbul jika anak mengalami stunting sangat besar terhadap kualitas dirinya," sebut Bupati Christofel. 

Dampak stunting, lanjut dia, dalam jangka pendek akan menyebabkan anak terganggu perkembangan otaknya, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisiknya. 

Stunting juga dapat menyebabkan berbagai macam masalah diantaranya kecerdasan anak di bawah rata-rata sehingga prestasi belajarnya tidak bisa maksimal, sistem imun tubuh anak tidak baik sehingga anak mudah sakit, anak akan lebih tinggi berisiko menderita penyakit diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker.

Bupati Christofel menyatakan, permasalahan stunting di Kabupaten Sumba Timur sangat serius dan menjadi prioritas dalam penanganannya. Hal tersebut karena fakta menunjukkan bahwa data capaian kinerja penurunan prevalensi stunting berada pada posisi 19,1 % atau sebanyak 3.774 orang balita pada tahun 2021.

Baca juga: Resmi, Ini Dafttar Nama 3 Klub Termasuk Persipura Degradasi Liga 2, Menpora: Biasa Dalam Kompetisi

"Dalam upaya penurunan prevalensi stunting di daerah ini, secara tegas Saya dan Wakil Bupati telah perintahkan semua Perangkat Daerah, Pemerintah Kecamatan, Puskesmas dan Pemerintah Desa untuk melakukan penanganan pencegahan dan penurunan prevalensi stunting secara serius dengan melakukan perubahan pola kerja dari cara kerja biasa biasa saja dengan cara kerja luar bisa," tegas Bupati Christofel.

Rembuk Stunting diikuti dengan penandatanganan komitmen bersama pimpinan pemerintahan, DPRD, para camat, kepala puskesmas, perwakilan lembaga serta peserta. (Ian) 

Pelaksanaan Rembuk Stunting Kabupaten Sumba Timur di Gedung Nasional Waingapu, Selasa 5 April 2022.
Pelaksanaan Rembuk Stunting Kabupaten Sumba Timur di Gedung Nasional Waingapu, Selasa 5 April 2022. (POS-KUPANG.COM/RYAN NONG)
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved