Berita Manggarai Timur
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Bank NTT, Bank NTT Cabang Borong, Manggarai Timur Gelar Expo UMKM
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Bank NTT, pihak Bank NTT Cabang Borong, Kabupaten Manggarai Timur menggelar kegiatan Expo UMKM Bank NTT Cabang Borong
Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
Menurutnya kegiatan Expo ini dilakukan pada saat momen HUT ini dengan tujuan untuk membantu mempromosikan prodak-prodak yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM binaan dan juga membantu agar prodak-prodak tersebut dapat laku dijual melalui momen itu.
"Melalui kegiatan expo ini banyak prodak-prodak UMKM kita yang laku terjual, ini tentu menunjukkan bahwa prodak-prodak UMKM kita yang berkualitas. Dan yang Kita harapkan agar prodak-prodak yang dihasilkan ini dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi keluarga dari para pelaku UMKM,"ungkapnya.
Lanjut Nurchalis, pada kegiatan itu juga ia bersama seluruh karyawan diwajibkan untuk berbelanja prodak-prodak dari para pelaku UMKM itu. Saat bertransaksi juga menggunakan non tunai dengan melakukan transaksi menggunakan aplikasi QRIS yang merupakan alat pembayaran secara digital.
Menurutnya, dalam era sekarang, berbelanja secara non tunai melalui kanal tersebut lebih aman. Karena itu, diwajibkan transaksi dalam kegiatan expo itu dilakukan secara non tunai oleh karyawan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa berbelanja menggunakan non tunai lebih aman dibandingkan secara tunai hal ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan salah satunya menghindari penyebaran Covid-19.
Pastor Paroki St Hubertus Sok juga selaku pembimbing UMKM Paroki tersebut, Pater Gabriel YN Bahan, CMF, dalam kesempatan itu, menjelaskan, melalui program tahun pastoral pariwisata holistik, uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat, meminta kepada seluruh Paroki untuk memperdayakan melalui pertanian pangan lokal.
Karena itu, kata Pater Gabriel, Paroki St Hubertus sudah sembilan bulan memulai program tersebut. Dan sudah banyak umat yang kreatif untuk mengolah pangan lokal yang memiliki gizi tinggi.
Menurutnya khusus di NTT untuk UMKM masih kurang, karena itu melalui kelompok-kelompok kecil yang didampingi dan dibina oleh Bank NTT dapat memberikan embrio-embrio bagi masyarakat yang lain.
Karena itu, kata Pater Gabriel, pihaknya sangat berharap kepada Bank NTT sebagai satu lembaga perbankan untuk terus mendukung pihaknya untuk membawa masyarakat lebih maju ke depan.
"Kami bangga dengan Bank NTT karena sudah bekerja sama dengan masyarakat," ungkapnya.
Selaku Ketua JPC dan Jender serta Pemberdayaan Perempuan Paroki St Hubertus Sok, Maria G S Ratna, juga menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT, karena selama ini terus gencar membantu mempromosikan prodak-prodak mereka dan ke depan Bank NTT juga akan bersama membantu pihaknya untuk memperoleh label prodak-prodak olahan mereka.
"Berulang-ulang kami menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT. Bank NTT sudah berulang-ulang kali selalu melibatkan kami untuk mempromosikan prodak-prodak kami diberbagai kegiatan, apalagi desa kami Compang Ndejing merupakan desa wisata yang juga jadi binaan Bank NTT sehingga sangat sinkron dengan prodak-prodak kami ini," ujarnya.
Ratna juga menjelaskan, dibawa bimbingan pastor paroki, pihaknya sudah membentuk sejumlah kelompok UMKM, namun yang sangat aktif sekali yakni 3 kelompok UMKM yaitu Gempur Gejur, Sanjoker, dan Nekalos.
Sebagai bentuk pemberdayaan terhadap umat, prodak-prodak yang diolah diambil dari bahan-bahan makanan lokal milik umat seperti jagung, pisang, ubi serta buah-buahan dan lain sebagainya yang dibudidayakan menggunakan pupuk organik. Prodak-prodak olahan yang dihasilkan juga tanpa menggunakan prodak-prodak dari tokoh.
Kepala Desa Colol, Falentinus Tombor, menjelaskan Bumdes Poco Nembu itu berdiri sejak tahun 2018. Prodak Bumdes Poco Nembu adalah kopi dari lembah Colol.
Menurutnya prodak Bumdes tersebut dari kopi karena masyarakat desa Colol hampir 90 persen berprofesi sebagai petani kopi. Bumdes ini dibentuk selain karena ada regulasi dari pemanfaatan dana desa, juga ini sebagai inovasi untuk mengatasi persoalan maraknya jual beli ijon oleh para tengkulak.