Oleh Fary Francis

Bintang Timur Academy Menerjang Batas

Bintang Timur Academy: membangun harapan dari perbatasan. Melalui sepak bola, anak-anak perbatasan merenda impian, merengkuh cita.

Editor: Sipri Seko
Istimewa
Fary Francis 

MULAI tanggal 16–31 Juli 2022, Bintang Timur Atambua Academy akan mengikuti Nusantara Open Piala Prabowo Subianto 2022. Even sepak bola ini digelar di Nusantara Polo Club dan Stadion Pakansari Bogor, Jawa Barat. Bintang Timur Academy adalah salah satu dari 16 tim akademi se-Indonesia yang berkompetisi dalam turnamen ini. Ini momen luar biasa karena ada 70 tim yang mendaftar, dan Akademi BeTA lolos dalam 16 tim menuju Nusantara Polo Cup, yang memang khusus mempertandingkan kategori 16 tahun.

Hari-hari ini adalah saat-saat akhir persiapan tim “macan batas” Bintang Timur Academy di markas besar akademi, Haliwen Atambua. Beberapa hari ke depan akan bergerak menuju Jakarta. Macan batas menerjang batas. Itu spirit dasar. Bahwa berada di batas negeri, di etalase negara, dalam banyak keterbatasan, tidak harus membataskan diri dalam prestasi dan impian. Maka sudah tepat motto Bintang Timur Academy: membangun harapan dari perbatasan. Melalui sepak bola, anak-anak perbatasan merenda impian, merengkuh cita. Dengan sepak bola, apa yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya, dapat mereka alami. Sepak bola menggelindingkan asa anak-anak batas.

Tim BeTA ke Nusantara Open 2022
Tim BeTA ke Nusantara Open 2022

Tim ‘macan batas’ Bintang Timur Academy mengikuti Nusantara Open Prabowo Subianto Cup 2022 ini dengan rasa percaya diri yang tinggi. Walaupun berada di daerah perbatasan Indonesia – Timor Leste, jauh dari glamouritas kota, anak-anak batas selalu memberikan harapan. Desa dan kota itu soal suasana. Meskipun di perbatasan, anak-anak Bintang Timur Academy merasakan sentuhan pembinaan akademi yang professional dan go global. Berlatih di lapangan berstandar internasional, dengan para pelatih berkualitas, dilengkapi fasilitas latihan yang memadai, semakin membuat anak-anak batas ini tak gentar menghadapi tim dengan nama besar lainnya.

Di bawah sentuhan tangan dingin pelatih kepala Maman Suryaman dan manajer milenial Serena C Francis, 19 pemain Bintang Timur Academy siap berangkat ke Jakarta. Tentu melalui berbagai penilaian dan seleksi ketat, 19 pemain ini dinilai layak bertarung dalam turnamen Nusantara Open. Dengan berbagai program pembinaan yang mumpuni, Bintang Timur Academy melahirkan harapan baru tidak saja dalam geliat sepak bola NTT, tetapi juga sepak bola nasional. Seperti bintang di timur yang selalu menjadi penuntun dan pemberi harapan, Bintang Timur Academy dirindu melahirkan bintang-bintang sepak bola baru dari Timur, dari Timor, dari perbatasan, dari pinggiran, dari NTT.  

* * *

Apa yang mahal dari pembinaan akademi sepak bola? Yang mahal itu bukan mendatangkan pelatih, bukan menata lapangan, bukan juga mempersiapkan fasilitas latihan. Yang mahal itu proses. Dalam proses itu ada pembentukan dan internalisasi nilai-nilai. Yang dihadapi adalah anak-anak akademi dengan karakter yang berbeda, latar belakang sosial, adat dan kebiasaan berbeda. Meracik yang berbeda itu untuk menjadi satu tim yang solid tentu tidak mudah. Apalagi membentuk tim yang menjunjung valuasi dan spiritualitas sepak bola. Namun, bertekun dalam proses, jatuh dan bangun dalam proses, ditantang dalam proses, ditempa dalam proses, menjadikan yang tak mungkin menjadi mungkin. Maka bagi Bintang Timur Academy, tak ada misi yang tak mungkin. Yang ada hanya possible mission.

BeTA bersama manager
Manager BeTA, Serena Francis bersama pemain di Lapangan Kopassus.

Gambaran di atas mau menjelaskan bagaimana anak-anak batas, anak-anak Belu berproses di SSB Bintang Timur Academy. Sekitar 13 anak yang masuk skuad menuju Nusantara Cup ini adalah mereka yang mulai berproses sejak usia 10 tahun di SSB Bintang Timur Atambua (BeTA). Marco, Glen, Jojo, Rius, Jito, Ivan, Rei, Sandro, Chandra, Bangkit adalah anak - anak perbatasan yang sudah mulai berlatih di SSB BeTA sejak usia dini. Atmosfir pembinaan usia dini sudah mereka alami. Saat mereka berumur 12 tahun, mereka menjadi satu team yang menjuarai Danone Cup Region NTT di Kupang. Kemudian mereka mengikuti seri Danone nasional dan masuk 8 besar di Jakarta tahun 2018. Ketika berumur 13 tahun mereka menjadi juara seri Piala Kemenpora Region NTT dan mewakili NTT di tingkat nasional yang diselenggarakan di Balikpapan dan mereka masuk 8 besar nasional. Tahun 2021 saat mereka berusia 15 tahun, mereka bersama mengikuti BeTA Kristal Cup dan meraih juara. Tahun 2022, saat ini mereka berusia 16 tahun dan menjadi 1 tim yang dipilih oleh coach Maman menuju Piala Nusantara 2022. Bersama - sama dengan teman - temannya saat masih bermain sejak usia 12 tahun di SSB, ada Aldo, Keny, Jordan, dan mereka akan bergabung bersama.

Di Piala Nusantara 2022 ini, tak tanggung - tanggung mereka masuk dalam Group D yang akan berhadapan dengan tim elit pro seperti Persija, dan di group lain yang mana ada Persib, PSM, Persis dll. Proses telah mengajarkan mereka banyak hal. Tentang chemistri yang sudah terbangun sejak awal, tentang kekompakan, fairplay, daya juang, pantang menyerah, respek dan sportivitas. Mereka sudah selalu bersama sejak berusia 10 tahun hingga saat ini ketika berusia 16 tahun. Artinya sudah 6 tahun mereka bersama berjuang, saling memahami karakter dan gaya permainan.

Ujian proses itu sebentar lagi dimulai. Tanggal 16 Juli 2022, ketika turnamen resmi bergulir. Jangan gentar. Jangan cemas. Tunjukkan bahwa anak-anak batas bisa menerjang segala keterbatasan hingga melahirkan apresiasi dan prestasi. Kalian sudah belajar dari proses. Saatnya menunjukkan bahwa proses tak mengkhianati hasil. Ingat spirit awal, membangun harapan dari perbatasan. Lahirkan harapan-harapan baru di lapangan hijau. Kalian pasti bisa. Sukses! 

* Owner BeTA Atambua

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved