Berita Manggarai Barat Hari Ini

KLHK Dorong Pemanfaatan Termal Insinerator TPA Warloka Dukung Pariwisata Labuan Bajo

Dari sampah ini menjadi sisanya hanya abu dalam rangka mengatasi timbulan sampah supaya residu PTPH hampir zero persen

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
PENINJAUAN - Suasana Wakil Menteri KLHK, Alue Dohong saat melakukan peninjauan Termal Insinerator TPA Warloka, Jumat 8 Juli 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mendorong pemanfaatan Termal Insinerator, Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Warloka untuk mendukung pengembangan pariwisata Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri KLHK, Alue Dohong saat melakukan peninjauan Termal Insinerator TPA Warloka, Jumat 8 Juli 2022.

"Ini DPSP (Destinasi Pariwisata Super Prioritas) memang harus konsen kita menangai sampah. Sampah bisa merusak pemandangan di daerah wisata. Kalau bocor ke laut dan lingkungan orang tidak akan datang. Ini memang jadi prioriutas penanganan sampah maka dibangun termal kayak begini," katanya. 

Baca juga: Terkendala Persoalan Infrastruktur, Warga di Desa Persiapan Warloka Pesisir Harap AJAL

Peninjauan, kata Alue, dilakukan untuk melihat bagaimana Termal Insenerator memusnahkan sampah yang dihasilkan di Labuan Bajo. 

"Dari sampah ini menjadi sisanya hanya abu dalam rangka mengatasi timbulan sampah supaya residu PTPH hampir zero persen," jelasnya.

Sedangkan Termal Insenerator di TPA Warloka yang memiliki 2 jalur pembakaran dapat membakar sampah sebanyak 13 ton per hari. 

"Saya dengar kapasitas 13 ton per hari dengan dua line, masing masin setengah ton. Kalau beroperasi 1 ton per jam, rata rata sampah Labuan Bajo 13 ton per hari, maka harus beroperasi 13 jam secara penuh. Tadi dari 13 ton itu jadi residu 10 persen yang jadi faba (fly ash bottom ash) itu yang akan dibuang ke sini," ujarnya. 

Alue menjelaskan, pengoperasian yang optimal dapat menjaga lingkungan sekitar hingga perairan laut. 

Baca juga: Terkendala Persoalan Infrastruktur, Warga di Desa Persiapan Warloka Pesisir Harap AJAL

"Menjaga dan mengurangi timbulan sampah supaya tidak bocor ke lingkungan, tidak menumpuk di TPA seperti ini, dan tidak masuk ke laut. Labuan Bajo ni pulau pulau Harapan kita sampah tidak terbuang ke laut," katanya. 

Alue mengatakan, pengerjaan Termal Insenerator oleh Kementerian PUPR menelan angka Rp 47 miliar dan akan diserahkan ke Pemerintah Daerah Manggarai Barat. 

"Tantangan biaya operasional Rp 8 milyar per tahun.Serah terima ke daerah ya daerah harus anggarkan itu biar bisa jalan Memang komponen cost paling mahal itu ya listrik. Ini genset sendiri pakai solar, ya mahal
Kalau PLN masuk bisa berkurang sampai 30 persen. Harapan kita ini, ini satu hektar dan kalau 16 tahun sudah bisa penuh. Kalau penuh cari lahan lagi, tanah mahal, ganti rugi lagi, dengan residu 10 persen bisa 160 tahun baru penuh," katanya. 

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Manggarai Barat, Sebastianus Wantung menyambut baik dukungan pemerintah pusat dalam pengelolaan sampah di daerah itu. 

Terkait dana operasional hingga Rp 8 milyar setelah pemerintah daerah mendapatkan hak pengelolaan Termal Insenerator TPA Warloka, Sebastianus Wantung mengaku, pihaknya merencanakan usulan anggaran agare mendapatkan dana operasional pada 2023 mendatang.

Baca juga: Akses Jalan Menuju Desa Persiapan Warloka Pesisir Kabupaten Mabar Rusak Parah

"Yang jelas pemerintah daerah menyambut baik dalam rangka mengatasi pengurangan sampah di Kota Labuan Bajo," katanya. 

Berita Manggarai Barat lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved