KKB Papua

Bos KKB Papua Tawar Solusi Damai, Benny Wenda Ajak Jokowi Bahas Referendum Papua Barat 

Benny Wenda tidak mengakui Otonomi Khusus Papua serta menolak pembentukan Daerah Otonomi Baru ( DOB ) oleh pemerintah Indonesia.

Penulis: Alfons Nedabang | Editor: Alfons Nedabang
KOLASE POS-KUPANG.COM
TOLAK DOB PAPUA - Presiden Sementara ULMWP Benny Wenda tidak mengakui Otonomi Khusus Papua dan menolak pembentukan Daerah Otonomi Baru ( DOB ) oleh pemerintah Indonesia. 

POS-KUPANG.COM - Presiden Sementara Gerakan Pembebasan Papua Barat atau United Liberation Movement for West Papua ( ULMWP ) Benny Wenda tidak mengakui Otonomi Khusus Papua serta menolak pembentukan Daerah Otonomi Baru ( DOB ) oleh pemerintah Indonesia.

"Kami tidak mengakui 'Otonomi Khusus', lima provinsi baru, atau hukum kolonial lainnya," kata Benny Wenda dilansir dari laman website ULMWP, ulmwp.org pada Minggu 3 Juli 2022.

Pernyataaan pentolan Kelompok Krimanilitas Bersenjata atau KKB Papua itu menyampaikan saat momen perayaan HUT ke-51 Proklamasi Kemerdekaan Gerakan Papua Merdeka ( OPM )  pada Jumat 1 Juli 2022.

"Kita memiliki konstitusi kita sendiri," tegas Benny Wenda.

Benny Wenda menyerukan referendum kemerdekaan Papua Barat.

Ia mengajak Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) untuk berdialog. 

"Saya kembali mengulangi seruan saya kepada Presiden Widodo untuk duduk bersama saya dan membahas referendum kemerdekaan," imbuh Benny Wenda.

"Ini tetap satu-satunya jalan menuju solusi damai," ujarnya.

Baca juga: Pentolan KKB Papua Benny Wenda Sebut Indonesia Membom Papua Barat Pakai Amunisi Eropa

Sebelumnya diberitakan, DPR RI telah mengesahkan tiga Undang-Undang tentang DOB di Papua setelah pengesahan revisi UU Otonomi Khusus Papua.

Ketiga DOB dimaksud, yaitu Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah.

Aspirasi pemekaran daerah menjadi provinsi baru di Papua muncul sejak September 2019 dimana 61 tokoh Papua menyampaikan langsung tuntutannya kepada Presiden Jokowi.

Pembentukan DOB juga ditentang petinggi KKB Papua Egianus Kogoya. Pernyantaan Panglima TPNPB OPM Kodap III Ndugama melalui pesan video yang diunggah akun Rimbah Hutan 61 baru-baru ini.

Apabila dipaksakan maka Egianus Kogoya dengan KKB Papua tidak segan-segan mengincar pejabat yang mendukung DOB.

"Saya tidak takut namanya Indonesia," tandas Egianus Kogoya.

"Ada pemakaran lagi tiga provinsi, untuk siapa? Kami Kodap III menolak. Seluruh pejabat dengar baik-baik. Seluruh Papua ini ingin merdeka. Tidak ada pemekaran lagi. Seluruh pejabat tidak ada yang mengurus pemekaran lagi," kata Panglima TPNPB OPM Kodap III Ndugama.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved