Berita NTT Hari Ini

Kapolda NTT Sebut Festival Kearifan Lokal Meredam Masuknya Budaya Luar

Kearifan lokal juga bisa menunjukkan sebuah identitas, bisa menunjukkan keberadaan status dari masyarakat tersebut

Penulis: Edy Hayong | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/Hasyim Ashari
SAMBUTAN - Kapolda NTT, Irjen Pol Setyo Budiyanto saat memberikan sambutan pada Malam Festival HUT ke-75 Bhayangkara di Polda NTT, Sabtu 25 Juni 2022. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, KUPANGKapolda NTT, Irjen Pol Setyo Budiyanto menilai bahwa bicara soal kearifan lokal adalah bicara mengenai identitas budaya yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan masyarakat.

Kearifan lokal juga bisa menunjukkan sebuah identitas, bisa menunjukkan keberadaan status dari masyarakat tersebut.

Ditampilkannya festival kearifan lokal ini juga sekaligus menangkal budaya dari luar yang saat semakin kencang masuk ke wilayah ini, sehingga dengan kearifan loal bisa meredam serta menata pengaruh budaya dari luar dengan budaya lokal, agar kearifan lokal yang sudah ada semakin lebih baik.

Kapolda NTT, Irjen Pol Setyo Budiyanto menyampaikan hal ini saat membuka Malam Festival HUT ke-76 Bhayangkara di Polda NTT, Sabtu 25 Juni 2022.

Dihadapan para petinggi lingkup Polda NTT juga undangan lainnya, Kapolda menuturkan bahwa dulu tidak pernah dikenal yang namanya  kearifan lokal.

Baca juga: Lomba Tari HUT Bhayangkara ke-76, Sanggar Ori Angu Lambanapu Duta Polres Sumba Timur

Tetapi semenjak 1998 saat runtuhnya Orde  Baru,  maka muncullah kearifan lokal dan salah satunya digelar di Polda NTT dimana menampilkan para peserta dari daerah dengan ciri khas budaya lokalnya.

"Penampilan peserta saat ini sudah dilalui berdasarkan seleksi sehingga saat ini memasuki babak final ada 3 polres. Polres lain belum beruntung walau total harusnya 5 tetapi karena faktor cuaca sehingga tidak bisa hadir. Walaupun begitu yang tidak tampil secara langsung bisa disaksikan melalui layar vidiotron versi terbaru bukan 10.0 tetapi 15.0 sehingga sangat jernih pandangannya," ujar Kapolda.

Dikatakannya, dengan ditampilkannya festival kearifan lokal ini bisa menangkal budaya dari luar semakin masuk sehingga bisa meredam, menata pengaruh budaya dari luar dengan budaya lokal kearifan lokal yang lebih baik sehingga tidak mempengaruhi budaya lokal baik di kampung ataupun kabupaten di NTT. 

Menurut Kapolda, sejalan dengan Tema HUT ke 76 Bhayangkara yakni "Polri yang Presisi mendukung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural untuk mewujudkan Indonesia tangguh  dan Maju" dinilainya sangat sejalan.

"Saya kira ini tema sesuai dan sejalan dengan kegiatan kita ini dimana dengan kearifan lokal bisa memulihkkan ekonomi. Karena beberapa tahun ini agak drop atau turun sehingga diharapkan bisa meningkat lagi. Artinya dengan budaya lokal seperti tarian, UMKM wisata dll ekonomi kita bisa pulih lagi.," harap Kapolda.

Baca juga: Polsek Malaka Tengah Juara Tarian Bidu Menyongsong HUT Bhayangkara ke-76

Dijelaskan Kapolda NTT juga bahwa kegiatan ini dari kita untuk kita yang menunjukan bahwa ada kebanggaan dari masing-masing wilayah yang ingin ditonjolkan.

Untuk diketahui, rangkaian acara Final Lomba Kearifan Lokal tingkat Polda NTT digelar di Lapangan Mapolda NTT pada Sabtu, 25 Juni 2022 malam. 

Selain Polres Sumba Timur, finalis dalam Lomba Kearifan lokal tingkat Polda NTT terdiri dari Polres Belu, Polres Ende, Polres Manggarai dan Polres Nagekeo. Sementara itu, Polres Sabu Raijua menjadi juara favorit. 

Final Lomba Kearifan lokal tingkat Polda NTT tahun 2022 diorganisir Tribun EO Kupang juga menampilkan stand up comedy dan musik akustik.(*) 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved