Rabu, 22 April 2026

Berita Belu Hari Ini

Pemkab Belu Buat Rencana Aksi Pencegahan HIV dan AIDS

Pasalnya, kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Belu begitu cepat mengalami peningkatan dan belum ada tanda tanda penurunan setiap tahun.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Edi Hayong
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
WORKSHOP - Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin foto bersama dengan para peserta workshop rencana aksi daerah (RAD) HIV dan AIDS di Hotel Nusantara 2 Atambua, Kamis 23 Juni 2022. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Belu bekerja sama dengan CD Bethesda Yakkum dan pihak terkait lainnya menyatukan konsep untuk penanggulangan HIV dan AIDS

Pasalnya, kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Belu begitu cepat mengalami peningkatan dan belum ada tanda tanda penurunan setiap tahun.

Berdasarkan data komulatif dari Dinas Kesehatan Kabupaten Belu sejak 2013- September 2021 menunjukkan jumlah kasus HIV dan AIDS sebanyak 777 kasus. Dengan jumlah kasus kematian sebanyak 89 kasus

Oleh karena itu, perlu adanya upaya pencegahan HIV dan AIDS melalui suatu program yang dilaksanakan secara komprehensif dengan melibatkan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, LSM/NGO, dunia usaha maupun pihak swasta lainnya. 

Dalam rangka itu, pemerintah menyatukan konsep yang diawali dengan workshop rencana aksi daerah  ( RAD ) HIV dan AIDS dan evaluasi Perda nomor 13 tahun 2021 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Belu. 

Baca juga: Data KPA Belu Jumlah Kasus HIV/AIDS di Kecamatan Kakuluk Mesak Capai 131 Kasus

Kegiatan tersebut bertempat di Hotel Nusantara 2 Atambua, Kamis 23 Juni 2022. Kegiatan dibuka Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD-KGEH, FINASIM didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Nikolaus Umbu Birri dan Koordinator CD Bethesda Yakkum Area Belu, Yosafat Ician. Nara sumber kegiatan adalah akademisi dari Undana Kupang, KPA Provinsi dan Dinkes. 

Peserta kegiatan yakni, Komisi III DPRD Belu, Pemerintah Kabupaten Belu melalui SKPD teknis yaitu, BP4D, Dinkes, Dinas Dukcapil, Dinas PA3, Dinas PMD, Dinsos, Dinas Nakertrans, Dinas P2KB, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan dan Industri, Dinas Pariwisata, Dinas Kominfo dan Bagian Hukum. 

Selain itu, PKK, pemerintah kecamatan, KPA Kabupaten Belu, pemerintah desa, Puskesmas, Rumah Sakit, P3MD, FPPA, Kelompok Dukungan Sebaya (KDS), Warga Peduli AIDS (WPA). 

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin dalam sambutannya menegaskan kepada peserta workshop untuk merencanakan kegiatan penanggulangan HIV-AIDS secara baik dan tepat sasaran. 

Kemudian, membangun kerja sama, komunikasi dan koordinasi lintas sektor serta meningkatkan monitoring dan evaluasi. 

Baca juga: Sejak 2003 Sampai September 2021 ada 945 Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sikka

Lanjut Bupati Agus Taolin, workshop rencana aksi daerah ini sangat penting agar masing-masing pihak memahami tugas dan fungsinya. Bila ditemukan masalah, segera mencari jalan keluar agar semua rencana aksi bisa terealisasi dan membuahkan hasil. 

Menurut Bupati Belu, data kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Belu yang berada di urutan kedua di NTT merupakan tantangan sekaligus sebuah pekerjaan besar yang segera ditangani. 

Pemerintah telah berupaya menanggulangi masalah HIV dan AIDS dengan sejumlah program kegiatan yang terintegrasi pada dinas atau instansi perangkat daerah. 

Bupati mendukung dua pola pendekatan penanggulangan HIV dan AIDS yang sedang dilakukan CD Bethesda Yakkum selama ini yakni memperluas layanan kesehatan bagi ODHA dan melibatkan masyarakat dengan pembentukan Warga Peduli AIDS (WPA) dan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS). 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved