Pembangunan 103 Huntap di Tapanuli Utara Segera Rampung, Relokasi Dimulai Mei
Dengan demikian, BNPB juga menyebut, gelombang pertama relokasi dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.
POS-KUPANG.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan tengah mempercepat pembangunan 103 hunian tetap (huntap) di Desa Dolok Nauli, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. 70 unit pertama ditargetkan rampung pada Mei mendatang.
Dengan demikian, BNPB juga menyebut, gelombang pertama relokasi dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.
Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan, sebanyak 70 hunian akan rampung 100 persen dan siap ditempati pengungsi pada Mei mendatang. Sementara itu, 33 unit sisanya masih dalam proses pembangunan.
"Sudah ada calon penghuninya. Ini yang tahap awal ada 70 (unit), insyaallah di bulan Mei 2026 sudah jadi 100 persen dan bisa segera bisa ditempati. Saat ini, 33 unit rumah berikutnya juga sudah mulai dibangun sebagai kelanjutan tahap kedua," ujar Suharyanto seperti dikutip dari keterangan video, Senin (20/4).
Adapun seluruh hunian tersebut dibangun melalui kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi. Hunian tetap ini nantinya akan memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur yang menyatu dengan area cuci piring di bagian belakang, lantai keramik, serta taman kecil di depan rumah.
Selain itu, lokasi tersebut dipastikan aman dari potensi bencana banjir dan tanah longsor serta memiliki ketahanan terhadap gempa bumi karena dibangun menggunakan material berkualitas, seperti bata merah, serta fondasi kuat dari batu kali dan tulangan besi sebagai pengikat antardinding.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp 90 Miliar Bangun 500 Huntap Penyintas Lewotobi di Flores Timur
Rumah-rumah ini nantinya diperuntukkan bagi pengungsi Tapanuli Utara yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor pada November lalu. Sekadar informasi, bencana tersebut tidak hanya melanda Sumatera Utara, tetapi juga Aceh dan Sumatera Barat.
"Ini adalah wujud bahwa penanganan bencana Sumatera tentu terus bergerak maju ke depan. Seluruh daerah, khususnya Tapanuli Utara, sekarang masuk tahap proses transisi menuju pemulihan, jadi tidak ada lagi masyarakat yang tidak tertangani," imbuh dia.
Ia melanjutkan, calon penghuni huntap tersebut saat ini masih menetap sementara dengan menumpang di rumah warga atau sanak saudara. Suharyanto mengatakan mereka juga telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK).
"Kita harapkan pada bulan Juni mendatang seluruh warga sudah bisa pindah ke hunian tetap ini, sehingga pemberian DTH tidak perlu diperpanjang lagi," tambah Suharyanto. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Harga Emas Hari Ini Selasa 21 April, Galeri24 dan Antam Naik, Emas UBS Stabil Siang Ini |
|
|---|
| Sosok Yohana Mayangsari, Berawal dari Balik Layar Komputer hingga Berdiri di Depan Kelas |
|
|---|
| Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 11 Halaman 305: Aktivitas 10.5 |
|
|---|
| Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha, Amalkan Setiap Pagi Rutin Tiap Hari |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca NTT Hari Ini 21 April 2026: Kota Kupang Hujan Sedang, Manggarai Barat Hujan Ringan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Badan-Nasional-Penanggulangan-Bencana-BNPB-mengatakan-tengah-mempercepa.jpg)