Breaking News:

Berita Sikka

Sejak 2003 Sampai September 2021 ada 945 Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sikka

Sejak 2003 sampai September 2021 sudah ada 945 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sikka yang tercatat di Kantor KPAD Kabupaten Sikka

Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
pos kupang.com, eugenius moa
Sekretaris KPAD Sikka, Yohanes Siga. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM, MAUMERE-Sejak 2003 sampai September 2021 sudah ada 945 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sikka yang tercatat di Kantor KPAD Kabupaten Sikka. Dari jumlah itu kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sikka terbanyak pada kelompok umur 25 sampai 49 tahun.

Yang mana penanganan dan perawatan para pasien dilakukan pada 21 puskesmas dan RSUD TC.Hillers Maumere.

Demikian penjelasan Sekertaris KPAD Sikka, Yohanes Siga dalam keterangan pers kepadaPOS-KUPANG.COM di Maumere, Kamis, 25 November 2021 sore.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan upaya dan penanggulangan HIV dan AIDS dengan semboyan STOP.

“S artinya suluh bertujuan untuk merubah cara pandang masyarakat terhadap HIV dan AIDS. HIV dan AIDS adalah penyakit kronis yang dapat dicegah dan diobati . Menekan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, meningkatkan peran serta masyarakat (kader kesehatan) supaya berpartisipasi dalam upaya penanggulangan dan melakukan penemuan dini (masih dalam tahap HIV lansung diobati, tidak menunggu pada tahap AIDS yang lebih parah.

T artinya temukan bertujuan untuk melakukan penjangkauan di masyarakat pada populasi umum (baik pada populasi kunci maupun populasi rentan),menemukan kasus baru, melakukan skrining kepada ibu hamil, pasien TB, pasien IMS, pekerja seks, Laki Seks Laki (LSL) Waria, Penasun dan WBP. Pemeriksaan darah tumit pada bayi umur 6 minggu dari ibu HIV,” ujar Yohanes.

Sementara itu, O artinya obati bertujuan untuk melakukan pengobatan terhadap semua orang dengan HIV tanpa melihat jumlah CD4, melakukan triple eliminasi HIV, Syphilis dan Hepatitis,melakukan tes dan pengobatan (same day treatment) artinya pengobatan langsung dikakukan pada hari yang sama bagi yang layak pengobatan. P artinya pertahankan bertujuan untuk melakukan pendampingan terhadap ODHA agar tidak LFU (drop out) dan melakukan tes viral load secara berkala (6 bulan, 1 tahun) bagi ODHA yang patuh berobat

- Konseling kepatuhan ARV dan mengembang sistim rujukan antara layanan dengan komunitas (pendamping sebaya),” papar Yan, nama panggilan Sekertaris KPAD Sikka.

Ia menjelaskan, komitmen Pemda Sikka terhadap penanggulangan HIV dan AIDS telah dilakukan dengan mencanangkan Sikka Bebas AIDS 2030.

Selain itu, pihaknya terus mencari dan  temukan dan obati untuk mencapai 3 zero (tidak ada infeksi HIV baru, tidak ada kematian karena AIDS serta tidak ada stigma dan diskriminasi pada ODHA).

“Dalam rangka penanganan di Sikka ada 21 puskesmas dan RS. Dr. TC Hillers sebagai tempat yang bias diakses untuk pelayanan HIV dan AIDS.ODHA yang layak ARV diberikan obat secara gratis. ODHA dan keluarganya diberikan KartuSikkaSehat (KSS) untuk berobat gratis, ODHA dari luar daerah yang pindah dan menetap di KabupatenSikka difasilitasi kepindahannya dan diberikan KTP Sikka dan Kartu Sikka Sehat. Upaya Pemda Sikka dalam mendampingi kelompok beresiko dengan memberikan modal UEP (usaha ekonomi produktif) dalam bentuk uang tunai, ternak babi, peralatan salon serta mesin obras,” jelas Yan.(*)

Baca Berita Sikka Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved