Tips Sehat
Cara Mengobati Kanker Serviks dengan Terapi Imunoterapi, Tingkatkan Angka Harapan Hidup 2 Kali Lipat
Para Ahli Kanker menemukan Cara Mengobati Kanker Serviks terbaru, Terapi Imunoterapi. Cara ini bisa memberi Angka Harapan Hidup dua kali lipat
Artinya, Terapi Imunoterapi memberikan angka harapan hidup 5-tahun sebesar empat kali lebih tinggi dibandingkan standar pengobatan kemoterapi dan menurunkan angka resiko terjadinya efek samping berat (derajat 3 – 5) hingga 22 Persen .
Baca juga: Ternyata Biasaan Sepele Ini Jadi Peyebab Utama Kanker Serviks ! Nomor 2 Pasti Sering Dilakukan
Mengenai Kanker Payudara subtipe triple negative (TNBC), mulai tahun 2022 imunoterapi telah disetujui oleh Badan POM untuk terapi TNBC stadium lanjut.
Data uji klinis menunjukan bahwa satu dari dua pasien kanker TNBC mendapatkan manfaat dari terapi kombinasi Terapi Imunoterapi dan kemoterapi.
“Kombinasi Terapi Imunoterapi dengan kemoterapi sebagai pengobatan lini pertama bagi pasien TNBC dengan tumor yang memiliki nilai ekspresi PD-L1 tertentu dapat mengurangi resiko kematian hingga 27 Persen dibandingkan dengan pemberian kemoterapi saja,” lanjut Prof. Aru Sudoyo
Mulai tahun 2022 di Indonesia, Terapi Imunoterapi bagi pengobatan Kanker Serviks telah tersedia. Khususnya bagi pasien yang didiagnosis dengan Kanker Serviks stadium lanjut.
Menurut Prof. Aru Sudoyo, Terapi Imunoterapi telah tersedia di rumah sakit yang melayani pengobatan kanker.
Namun, tidak semua jenis Kanker Paru-Paru, Kanker Payudara maupun Kanker Serviks dapat diterapi dengan Terapi Imunoterapi.
Bahaya Kanker Payudara, Kancekr Serviks dan Kanker Paru-Paru
Global Burden of Cancer Study (Globocan) 2020, menyatakan jika jumlah kasus baru kanker paru, kanker payudara dan kanker serviks di seluruh dunia mencapai lebih dari 5 juta.
Dari kasus tersebut, lebih dari 2,8 juta kasus kematian.
Sementara jumlah kasus baru ketiga jenis kanker tersebut di Indonesia menurut laporan yang sama mencapai 137.274. Lalu jumlah kematian sekitar 74.276.
Artinya, setiap hari terdapat lebih dari 200 keluarga kehilangan anggota keluarganya akibat jenis kanker tersebut.
Menanggapi data tersebut, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP menyampaikan jika Indonesia perlu menyikapi tingginya kasus baru dan kematian akibat ketiga kanker ini.
"Yaitu dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tersebut, pencegahannya, termasuk semua opsi terapi sistemik," ungkapnya pada Media Gathering yang diadakan YKI, Kamis (24/6/2022).
Pasien perlu berkonsultasi dengan dokter untuk pengobatan terbaik sesuai kondisi masing-masing pasien.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/terapi-imunoterapi-cara-mengobati-kanker-serviks-terbaru.jpg)