Berita NTT Hari Ini
Bengkel Appek Gelar Kegiatan FGD Multistakeholder Tingkat Provinsi NTT
Dimana, kata Vincen program ini ditujukan untuk komunitas bersuara terhadap perubahan iklim yang inklusi.
Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Bengkel APPek (Advokasi Permberdayaan dan Pembangunan Kampung) NTT menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Multistakeholder tingkat Provinsi NTT.
Diskusi ini fokus pada perubahan iklim yang inklusi di NTT, khususnya di tiga kabupaten.
Diskusi ini berlangsung di ruang komodo, Hotel Sahid T-More Kupang, Kamis 23 Juni 2022. Dalam diskusi ini dihadiri Kabid Bappelitbangda NTT, Direktur Pattiro pusat, Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas PMD dan BMKG serta undangan lainnya.
Baca juga: Masih Ada Warga Tinggal di Bantaran Sungai - Ini Pendapat Direktur Bengkel APPek
Diskusi ini bertujuan guna menemukan hasil analisis kerentanan perubahan iklim di NTT, terutama di tiga kabupaten yakni, Flores Timur, Manggarai Timur dan Timor Tengah Selatan (TTS).
Koordinator umum Bengkel APPek NTT, Vinsensius Bureni mengatakan, kegiatan diskusi ini akan membahas tentang program VICRA.
Dimana, kata Vincen program ini ditujukan untuk komunitas bersuara terhadap perubahan iklim yang inklusi.
Program tersebut, katanya atas kerjasama sembilan mitra di Indonesia yang dinaungi oleh Pattiro Pusat.
Menurutnya kegiatan diskusi ini sangat penting sehingga menghadirkan multistakeholder seperti, Pemerintah Perovinsi dalam hal ini, Bappelitbangda NTT, pemda tiga daerah (TTS, Matim dan Flotim) serta komunitas petani dampingan dari ketiga daerah tersebut.
Kegiatan ini, lanjutnya perwakilan dari masing-masing komunitas petani dampingan dari tiga daerah ini akan menyampaikan berkaitan perubahan iklim dan dampaknya terhadap pertanian para petani.
"Kami ingin dapat pembelajaran dari forum diskusi ini," ujarnya.
Baca juga: Bengkel APPeK Bentuk PATBM di Kabupaten Kupang
Dalam diskusi ini, kata dia semua pihak bersama untuk mendalami isu-isu prioritas dan dilanjutkan dengan aksi bersama.
Menurut dia, dalam aksi bersama yang akan dilaksanakn dilihat dari aspek kebijakan, tata kelola, kapasitas dan teknologi.
"Empat hal ini pun akan dilihat dalam diskusi hari ini, supaya para petani dapat bertahan dalam menghadapi situasi perubahan iklim," kata dia
Ia menegaskan bahwa, program ini diperuntuhkan untuk semua kelompok pertanian.