KKB Papua

KKB Papua Bergerak Mendekati PT Freeport, Kapolda Irjen Matihus: Kami Sekat Sebelum Mereka Masuk

KKB Papua memang kerap melancarkan aksi teror dengan target karyawan PT Freeport Indonesia serta warga sipil dan anggota TNI Polri.

Editor: Alfons Nedabang
DIV HUMAS POLRI
BERI PENJELASAN - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri memberi penjelasan mengenai aksi teror KKB Papua. TNI Polri mengantisipasi pergerakan KKB Papua mendekati PT Freeport Indonesia. 

POS-KUPANG.COM - Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengungkapkan KKB Papua bergerak mendekati kawasan tambang emas PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika.

KKB Papua memang kerap melancarkan aksi teror dengan target karyawan PT Freeport Indonesia serta warga sipil dan anggota TNI Polri.

Rencana aksi brutal KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya ini telah diantisipasi Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhir bersama pasukan TNI Polri. 

Upaya penambahan paskukan serta penyekatan akan dilakukan oleh TNI Polri. "Kita di Timika kan sudah ada kekuatan yang cukup ya..., nantinya informasi dari Satgas Damai Cartenz dan Polres Mimika kita akan melakukan penyekatan di sejumlah titik untuk mencegah hal tersebut," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhir di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (22/6/2022), sebagaimana dilansir dari Tribun-Papua.com.

Ia menegaskan bahwa petugas gabungan telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah aksi brutal KKB Papua

Jumlah personel gabungan di Mimika dinilai cukup meredam aksi KKB Papua.

Baca juga: KKB Papua Semakin Beringas, Gerilya Masuk Kampung Hancurkan Rumah Warga

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhir yakin KKB Papua sulit memasuki kawasan PT Freeport seperti yang pernah terjadi pada 2017.

Menurutnya, aktivitas di kawasan PT Freeport sudah normal. Ia tidak ingin aktivitas di kawasan tambang itu terganggu akibat ulah KKB Papua.

"Kami akan sekat sebelum mereka masuk, kami tidak mau mereka datang dan mengganggu aktifitas pertambangan dan masyarakat di sana," kata dia.

Pada November 2017, setidaknya ada 1.300 orang dari Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, yang dilarang keluar dari kampung itu oleh kelompok bersenjata.

Informasi ini awalnya diungkapkan Kapolda Papua saat itu, Irjen Boy Rafli Amar.

Ketika itu TNI Polri melakukan langkah-langkah persuasif dan preventif agar masyarakat bisa terbebas dari intimidasi dan ancaman KKB Papua.

Kejar Pembunuh Bripda Diego

Lebih lanjut Kapolda Papua Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan, sebanyak 300 personel Brimob Nusantara dikerahkan memburu pelaku pembunuhan Bripda Diego Fernando Rumaropen di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya.

Perburuan dilakukan tim gabungan bersama Satgas Damai Cartez.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved