Berita Manggarai Timur Hari Ini
Petani Minta Excavator Untuk Gali Material Bangun Manual Bendung Wae Laku Hilir di Matim
membuka mata untuk membangun kembali bendung yang telah ambruk dihantam banjir bandang Wae Laku pada bulan Januari 2022 lalu.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
"Kami tidak bisa kerja karena air tidak ada. Saya punya luas lahan sekitar setengah hektar dengan hasil sekitar setengah ton beras juga sudah enam bulan saya tidak kerja lagi, memang kering total tidak ada air," Ungkapnya.
Laserus juga berharap agar Pemerintah bisa memperhatikan keluhan mereka itu dimana membangun kembali bendung yang ambruk.
"Harapan kami mohon perbaiki lagi. Karena kami sudah menderita selama 6 bulan ini, saya harus kerja harian di orang untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup kami dalam keluarga,"ungkapnya.
Baca juga: Pasar PLBN Motamasin Antara Indonesia dan Timor Leste Dibuka
Benediktus Magur (41) petani lainya juga menyampaikan hal yang sama. Ia berharap agar Pemerintah bisa membuka mata untuk membangun kembali bendung yang telah ambruk dihantam banjir bandang Wae Laku pada bulan Januari 2022 lalu.
Sementara itu, pantauan POS-KUPANG.COM, di lokasi terlihat hanya bebatuan dan pasir. Tidak ada lagi material berupa gumpalan campuran semen, semuanya sudah ambruk terbawa arus air, hanya pada bagian tepi sungai terlihat pondasi saluran irigasi yang cukup memperihatinkan dan terancam ambruk.
Lebar kerusakan diperikiran mencapai 15 meter. Di lokasi juga terlibat arus air yang cukup deras dan bebatuan besar, sehingga perlu ada bantuan alat excavator untuk menggali bebatuan untuk menimbun tidak bisa mengharapkan tenaga manusia. (*)
Berita Manggarai Timur Hari Ini