Berita NTT Hari Ini
Provinsi NTT Jadi Model Bisnis Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota
Pak Gubernur menyambut baik bahkan mendukung penuh implementasi kebijakan yang dilandasi prinsip ekonomi biru itu
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, melakukan pertemuan, Senin 13 Juni 2022 di Gedung Mina Bahari IV Ruang Rapat ZEE, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Gubernur datang bersama rombongan.
Dalam silaturahmi tersebut, Menteri Trenggono menjelaskan, rumput laut, lobster dan kerapu merupakan komoditas budidaya yang potensial untuk terus dikembangkan di NTT.
"Kami diskusi mengenai rencana pengembangan sektor kelautan dan perikanan di wilayah NTT dengan rumput laut, kerapu dan lobster merupakan komoditas budidaya yang potensial untuk terus dikembangkan di NTT karena kondisi perairannya yang sangat mendukung. Peluang pasar untuk komoditas tersebut juga sangat besar, utamanya untuk ekspor, " ujar Menteri Trenggono.
Baca juga: Kejari TTU Terapkan Pasal Kolusi Dalam Penanganan Perkara Dugaan Tipikor RSUD Kefamenanu Tahun 2015
Ia menyebut, pihaknya siap untuk memperkuat dukungan sarana prasana sehingga produktivitas dan kualitas hasil budidaya rumput laut, kerapu dan lobster di NTT bisa ditingkatkan.
Dalam kesempatan itu juga, dialog dilakukan mengenai rencana implementasi Kebijakan Penangkapan terukur berbasis kuota, di mana perairan NTT termasuk di dalamnya.
"Alhamdullilah, Pak Gubernur menyambut baik bahkan mendukung penuh implementasi kebijakan yang dilandasi prinsip ekonomi biru itu," tambahnya
Kebijakan penangkapan terukur merupakan jalan hadirnya distribusi ekonomi yang merata di wilayah pesisir. Pelabuhan perikanan di luar Pulau Jawa akan bertransformasi sebagai pusat-pusat ekonomi baru sebab di sanalah ikan tangkapan harus didaratkan.
Baca juga: Gubernur NTT Lihat Pondok Baca di Alor, Pesannya Agar Kolaborasi Atasi Stunting
Kebijakan ini juga menciptakan banyak lapangan kerja untuk masyarakat setempat. Sinergi, kata dia, memang sangat dibutuhkan dalam upaya membangun sektor kelautan dan perikanan yang maju dan berkelanjutan.
Sementara itu Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga menyampaikan terrkait dukungan NTT untuk Indonesia dalam optimalisasi sumber daya perikanan dan kelautan.
Mantan anggota DPR RI itu mengaku, NTT saat ini sedang membangun ekosistem perikanan dan kelautan di NTT, salah satunya budidaya lobster. Hasil evaluasi antara Pemerintah dan pengusaha ditemukan titik lemahnya adalah pakan.
Untuk itu, provinsi NTT mengusulkan pengembangan budidaya kerang sebagai bahan pakan utama untuk lobster, sehingga pertumbuhanya bagus dan jangka waktu panennya juga masuk dalam periodesasi bisnis.
"Kami siap dan menyambut baik implementasi Kebijakan Penangkapan Terukur berbasis Kuota, tentunya atas dukungan Pak Menteri, Telah membantu sebagian masalah pembangunan di NTT," kata gubernur Viktor Laiskodat
Untuk diketahui, Pertemuan tersebut, Gubernur NTT di dampingi Plt. Kadis Kelautan dan Perikanan, Kepala Badan Penghubung, Staf Ahli Gubernur, Kepala Biro Administrasi Pimpinan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gubernur-ntt-saat-bertemu-dengan-menteri-kelautan-dan-perikanan-ri.jpg)