Berita Manggarai Hari Ini

Kapolres Manggarai: Butuh Psikolog dan Psikiater Dalam Ungkap Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak 

selama memproses kasus selama ini ada beberapa kendala yang di alami oleh penyidik sehingga proses penyelidikan tidak berjalan lancar

Editor: Rosalina Woso
TRIBUNFLORES.COM/ CHARLES ABAR
Kanit PPA Polres Manggarai Anton Habun di ruang kerjanya pada Senin 13 Juni 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar 

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Sepanjang Januari 2021 hingga Juni 2022 total kasus kekerasan seksual yang ditangani oleh Polres Manggarai berjumlah 14 Kasus.

Dari jumlah tersebut saat di rinci, jumlah kasus sepanjang tahun 2022 berjumlah 6 kasus dan tahun 2021 ada 8 Kasus.

Kasus kekerasan seksual  tersebut didominasi yang menimpah anak-anak dengan jumlah 13 kasus  dan satu kasus lainnya dengan korban orang dewasa.

Kapolres Manggarai AKBP Yoce Marten, S.H, S.I.K, M.I.K, melalui Kanit PPA Polres Manggarai Aipda Anton Habun menyampaikan dari 14 kasus ini 8 kasus sudah ditetapkan jadi tersangka dan sementara 6 kasus lain masih tunggu petunjuk.

Baca juga: Halal Bihalal Sedaratan Sumba Hadirkan Ustad Dasad Latif 

"Sementara proses hukum dari 14 kasus ini yang suda masuk di PPA Polres Manggarai yang sudah  naik ke Sidik atau yang sudah ditetapkan sebagai tersangka berjumlah 8 Kasus dari tahun 2021 sudah putus. Sementara yang lain masih kita tunggu petunjuknya," ungkap Aipda Anton.

Anton juga menjelaskan selama memproses kasus selama ini ada beberapa kendala yang di alami oleh penyidik sehingga proses penyelidikan tidak berjalan lancar.

Adapun kendala itu, seperti tidak adanya psikolog dan psikiater di kabupaten Manggarai sehingga menyulitkan saat dihadapkan persoalan yang membutuhkan konseling oleh psikolog ketika jiwanya mengalami goncangan karena mengalami kekerasan.

Baca juga: Korban Longsor di Dintor Satar Mese Barat Rujuk ke RS Ben Mboy Ruteng 

"Ketika kami dihadapkan dengan pelaku yang memang membutuhkan konseling dalam pengungkapan kasus konseling itu susah," kata Anton.

Sementara terkait  kasus seorang ayah berinisial FOB (40) di Kabupaten Manggarai yang garap paksa anak kandungnya sendiri masih dalam proses dan pelakunya sudah di tahan. Berkas dalam proses untuk dikirimkan ke Kejaksaan.

"Untuk korban sendiri masih dalam tahap konseling, sementara ibu korban sudah bisa beraktifitas," ujarnya

Baca juga: Si Jago Merah Mengamuk, Sapu Rata Dinas PKO Rote Ndao

Dikatakan Aipda Anton, pada saat pemeriksaan korban awalnya masih tertutup namun saat dilakukan konseling korban mengungkapkan hal yang sesungguhnya sehingga proses berjalan dengan lancar.(*)

Berita Manggarai Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved