Sumba Barat Pasti Berseri

Bupati Sumba Barat Serahkan Bantuan Bagi 40 Rumah Tak Layak Huni di  Desa Kodaka Sumba Barat

cukup besar sehingga pemerintah secara bertahap melaksanakan program bantuan stimulan perumahan swadaya sejak tahun 2017.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Foto bersama Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H bersama warga penerima bantuan perumahan sesaat setelah bupati menyerakan bantuan itu di aula Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Sumba Barat, Rabu 8 Juni 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK - Bupati Kabupaten Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H menyerahkan bantuan perumahan kepada 40 rumah warga tak layak huni asal Desa Kodaka, Kecamatan Kota Loli, Kabupaten Sumba Barat. Masing-masing menerima bantuan itu sebesar Rp 50 juta.

Bantuan tersebut secara resmi diserahkan langsung Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H pada acara sosialisasi kegiatan bantuan stimulan penyediaan rumah swadaya Individual prasejahtera dan penyerahan SK penerima bantuan perumahan itu di aula Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan pertanahan Kabupaten Sumba Barat, Rabu 8 Juni 2022.

Baginya bantuan perumahan tersebut merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyediaan Perumahan yang terus berupaya menghadirkan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca juga: Bupati Yohanis Dade: Perjalanan Dinas Staf Harus Ada Disposisi Bupati, Bukan Seenak saja

Salah satunya melalui program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas rumah dan pengembangan baru yang memenuhi syarat kesehatan, keselamatan dan kenyamanan.

Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade dalam sambutannya mengatakan salah satu isu strategis di bidang perumahan rakyat dan kawasan permukiman yang menjadi fokus pemerintah daerah adalah ketersediaan rumah layak huni bagi masyarakat masih belum optimal.

Di Kabupaten Sumba Barat terdapat 9.743 unit rumah tidak layak huni. Misalnya Kecamatan Kota Waikabubak sebanyak 1.471 unit dan khusus Desa Kodaka terdapat 195 unit rumah tidak layak huni.

Baca juga: Bupati Sumba Barat Minta Para Kades Mundur, Bila Tak Mampu Memimpin Desa

Jumlah tersebut cukup besar sehingga pemerintah secara bertahap melaksanakan program bantuan stimulan perumahan swadaya sejak tahun 2017.

Selama kurun waktu lima tahun yakni tahun 2017-2021 program ini sudah menangani sebanyak 2.083 unit rumah tidak layak huni dengan anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK), APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. Masih ada 7.660 rumah tidak layak huni yang ditargetkan.

Dikatakan, pada tahun 2022 ini program bantuan penyediaan rumah swadaya tetap berjalan dengan anggaran berasal dari DAK dan DAU. Kita harapkan semakin bertambahnya rumah layak huni di Kabupaten Sumba Barat akan berkontribusi bagi penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved