Berita Kupang Hari Ini
Mahasiswa KKN Universitas Nusa Cendana Harap Ibu-ibu Bisa Olah Pangan yang Beragam
Kegiatan ini mendapat respon yang baik dari masyarakat Naimata khususnya ibu-ibu dari keluarga anak stunting dan beberapa kader posyandu.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Asti Dhema
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Nusa Cendana (KKN UNC) Kupang berharap ibu-ibu khususnya yang memiliki anak stunting bisa mengolah pangan yang lebih beragam.
Kepada Pos Kupang,salah satu peserta KKN UNC, Kanisius Ege berharap dengan adanya kegiatan penyuluhan seperti ini ibu-ibu khususnya dari keluarga stunting bisa mengolah pangan yang ada dalam hal ini Rolade Ikan Tuna.Ikan yang tidak hanya diolah seperti biasa tetapi juga dalam bentuk lain.
"Sehingga anak-anak juga bisa lebih berselera," ungkap Sius yang merupakan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UNC Kupang.
Menurutnya untuk mengubah perilaku dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak dan harus berkesinambungan untuk menyadarkan masyarakat agar mau dan mampu memperbaiki kebiasaan tidak terpenuhinya gizi anak.
Baca juga: Partai Golkar, PAN dan PPP Koalisi Pilkada Lembata 2024
Program KUPANG GAS atau perKUat PANGan ceGAh Stunting merupakan kolaborasi Mahasiswa KKN UNC, Rumah Data Kampung KB Naimata, Kelurahan Naimata, Posyandu Sehati di Sungkaen dengan tema Kampanye Makan Ikan untuk Cegah Stunting.
Kegiatan ini mendapat respon yang baik dari masyarakat Naimata khususnya ibu-ibu dari keluarga anak stunting dan beberapa kader posyandu.
"Memang sangat baik.Mungkin mereka sudah belajar begitu, sehingga mereka bisa praktek di sini.Tadi juga sudah liat mereka praktik dari awal.Untuk ikan besar,kita bisa beli.Kan nanti tergantung dari ikannya begitu juga telurnya,"terang seorang ibu yang memiliki anak stunting,Maria.
Maria berharap program ini sukses dan berguna bagi keluarga khususnya anak-anak stunting di Naimata.
Baca juga: Pengamat Politik Ahmad Atang: Jauh Lebih Pancasilais
Selain itu, Rice Tamonob,ibu salah satu anak stunting mengungkapkan hal sama dan berharap selain mencegah stunting bisa menjadi peluang usaha.
"Mudah-mudahan bisa juga untuk jualan,"harapannya.
"Untuk sementara target kita itu dikhususkan untuk keluarga stunting agar mereka bisa secara mandiri mengolah makanan ini,"terang Ketua Kampung KB Naimata, Siprianus Damai Nar pada Selasa,(31/5/2022)
Sipri berharap dengan kegiatan KUPANG GAS warga Naimata jangan pernah lelah untuk mengasuh dan mendidik anak agar terbebas dari stunting karena angka stunting cukup tinggi di Naimata.
Baca juga: Naikkan Suku Bunga Sepihak, Nasabah di Kupang Gugat PT BNI
"Dengan kegiatan sepeti ini mereka bisa lakukan kembali di rumah dan anak-anak bisa mengonsumsi makanan sesuai selera namun tetap memiliki nilai gizi," tutup Sipri.(*)