Kamis, 30 April 2026

Perang Rusia Ukraina

Perwakilan Rusia dan Ukraina Kembali Bertemu, Rundingkan Perdamaian dan Penghentian Perang?

Terhenti Berminggu-minggu, Rusia dan Ukraina Akhirnya Kembali Bertemu Rundingkan Perdamaian

Tayang:
Editor: Eflin Rote
AFP/Alexei Druzhinin/SPUTNIK
Kolase potret Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Minggu (27/2/2022). Terbaru, Rusia dan Ukraina akhirnya kembali gelar pertemuan hari ini, Sabtu (28/5/2022). 

POS-KUPANG.COM - Setelah berminggu-minggu tak digelar, akhirnya pertemuan antara perwakilan Rusia dan Ukraina kembali diadakan.

Pertemuan kali ini dilangsungkan di wilayah Gomel, Belarus, pada hari ini, Sabtu (28/5/2022) pukul 12.00 waktu Moskow.

Pihak Rusia dikabarkan telah sampai duluan di lokasi, sementara pihak Ukraina dikabarkan mengalami keterlambatan.

Pada Kamis (10/3/2022), Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina Dmytryo Kuleba dan Menlu Rusia Sergei Lavrov mengadakan pertemuan di Turki.
Pada Kamis (10/3/2022), Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina Dmytryo Kuleba dan Menlu Rusia Sergei Lavrov mengadakan pertemuan di Turki. (RT/Kementerian Luar Negeri Turki)

Dilansir TribunWow.com dari media Rusia TASS, Sabtu (28/5/2022), Kepala delegasi Rusia Vladimir Medinsky mengatakan bahwa pihaknya telah menunggu kehadiran perwakilan Ukraina sejak semalam.

Namun, karena masih dilanda perang, ada kerumitan dalam transportasi dan logistik yang menyebabkan delegasi Ukraina terlambat.

Bahkan, pihak Ukraina berkali-kali menunda perkiraan waktunya untuk sampai di lokasi.

Baca juga: Kirim Senjata Jarak Jauh ke Ukraina, Rusia Beri Peringatan Keras ke Amerika Serikat

"Kami baru saja menerima informasi bahwa mereka akan tiba sekitar satu jam lagi, jadi kami akan duduk di meja perundingan pada jam 12," katanya.

"Kami tetap terjaga sepanjang malam, kami menunggu kedatangan delegasi Ukraina; sayangnya, mereka memiliki logistik yang sangat rumit, dan waktu kedatangan ditunda beberapa kali sepanjang malam."

Sehari sebelumnya, , ketua komite urusan internasional Duma Negara, Leonid Slutsky, mengaku pembicaraan dengan Ukraina telah berlanjut selama beberapa waktu secara diam-diam.

Baca juga: Tak Penuhi 3 Syarat Ini,Vicky Prasetyo Gigit Jari Ditolak Model Asal Rusia, Alena : Banyak Kesalahan

“Ada pertanyaan tertentu mengenai negosiasi. Mereka tidak menonjolkan diri selama beberapa waktu,” kata Slutsky.

Ia menambahkan bahwa pada awalnya proposal Rusia mendapat dukungan dari pihak Ukraina, tetapi akhirnya Kiev mundur.

"Pada saat yang sama, format ini mungkin belum berakhir. Saya mencoba untuk sangat berhati-hati," tambahnya.

Pada 4 Mei, juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa proses negosiasi antara Rusia dan Ukraina lamban.

Juru bicara Kremlin menuding bahwa Ukraina berubah pikiran dengan cepat.

Dia juga mencatat bahwa posisi Ukraina yang tidak konsisten tidak menghasilkan kepastian bahwa pembicaraan itu mungkin produktif.

Rusia Bersedia Pertemukan Zelensky dan Putin Dengan Syarat

Setelah invasi Rusia ke Ukraina berlangsung selama 3 bulan, pihak Moskow kembali mengajukan ajakan diplomasi damai.

Bahkan kali ini, Rusia siap mempertemukan presiden mereka, Vladimir Putin, dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Namun, masih ada beberapa hal yang perlu disiapkan, termasuk perjanjian damai yang disepakati dua belah pihak.

Dilansir TribunWow.com dari TASS, Senin (23/5/2022), ajudan presiden Rusia, Vladimir Medinsky menyatakan pihaknya siap untuk melanjutkan pembicaraan damai.

Ia menuding bahwa Ukraina adalah pihak yang memberhentikan upaya damai tersebut.

"Kami, di pihak kami, siap untuk melanjutkan dialog. Tetapi saya ingin menekankan bahwa bola pembicaraan damai lebih lanjut ada di pengadilan Ukraina. Pembekuan pembicaraan adalah inisiatif sepenuhnya Ukraina," kata Medinsky dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi ONT, Belarus, Minggu (22/5/2022).

Menurutnya, Rusia sama sekali tak pernah menolak untuk mengadakan pertemuan.

Termasuk pertemuan tingkat atas yang dihadiri langsung oleh Putin dan Zelensky.

"Rusia tidak pernah menolak pembicaraan, termasuk di tingkat atas. Vladimir Putin telah berulang kali menegaskan hal itu. Masalahnya adalah persiapan serius diperlukan untuk pertemuan tingkat atas, pertemuan antara presiden," kata Medinsky.

Ia menambahkan bahwa dokumen perjanjian harus dirancang untuk pertemuan semacam itu.

Selain itu, pertemuan antara Zelensky dan Putin juga tak boleh didokumentasikan.

"Kepala negara harus bertemu untuk mencapai kesepakatan akhir dan menandatangani dokumen, tetapi tidak untuk mengambil foto," jelasnya.

Menurut Medinsky, sebulan yang lalu pihak Rusia telah memberikan kepada pihak Ukraina sebuah rancangan perjanjian yang sejumlah posisi utamanya telah disepakati.

Namun setelah itu, pihak Ukraina sama sekali tak menunjukkan lampu hijau untuk melanjutkan upaya damai.

"Kami ingin melanjutkan. Tapi sejak itu kami tidak melihat ada niat untuk melanjutkan dialog di pihak Ukraina. Jadi, negosiator kami mengambil jeda," ujar Medinsky.

"Sepertinya mereka (Ukraina-red) sedang terburu-buru. Bola ada di lapangan mereka.".

(TribunWow.com/Via)

 

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Terhenti Berminggu-minggu, Rusia dan Ukraina Akhirnya Kembali Bertemu Rundingkan Perdamaian

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved