Kamis, 30 April 2026

Berita NTT Hari Ini

Media Informasi Ramah Disabilitas jadi Perhatian BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan memperhatikan lebih jauh penyebaran informasi kebencanaan maupun mengenai kondisi alam kepada

Tayang:
Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.PIKUL
Workshop yang diselenggarakan Yayasan PIKUL mengenai Keterlibatan Media dalam Isu Kebencanaan dan Adaptasi Perubahan Iklim di NTT. Selasa 24 Mei 2022 

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan memperhatikan lebih jauh penyebaran informasi kebencanaan maupun mengenai kondisi alam kepada kaum disabilitas.

Dibutuhkan peran dan sinergitas semua pihak mengenai penyampaian informasi semacam ini.  

"Perlu sinergitas untuk menerjemahkan ke bahasa isyarat misalnya," sebut Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmattulloh Adji, di Neo Aston Kupang, Selasa 24 Mei 2022. 

Menurut Adji, BMKG memerlukan sinergi dengan instansi maupun oleh praktisi tertentu yang paham dalam memberi informasi kepada disabilitas. 

"Ini penting juga," tambah dia hari itu saat mengisi Workshop Keterlibatan Media dalam Isu Kebencanaan.

Menurutnya, BMKG bisa juga menggunakan animasi seperti melalui video maupun suara untuk diketahui masyarakat disabilitas soal kondisi cuaca, peringatan dini maupun informasi lainnya.

Baca juga: Sagu Salempeng Patah Dua, Potong di Kuku Rasa Di Daging, Pengurus Baru IWASMA Dikukuhkan

Menurutnya berbagai jenis media penyebaran informasi memang sangat diperlukan bukan saja untuk memberikan informasi tetapi juga untuk meluruskan isu yang tidak benar di masyarakat mengenai kebencanaan. 

Contohnya, kata dia, BMKG membuat video pasca Badai Seroja menanggapi isu tsunami saat itu. Masyarakat saat itu panik dengan isu adanya gelombang mirip tsunami di wilayah pesisir NTT namun dengan video penjelasan BMKG maka kondisi dapat kondusif kembali. 

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang, Fera Adrianita, juga menambahkan hal yang sama pada kesempatan itu.

Menurutnya saat BMKG memberikan infografis memang sulit untuk dimengerti oleh awam apalagi oleh kaum disabilitas. Untuk itu maka pihaknya juga perlu menyampaikan dengan metode berbeda.

Saat ini BMKG khususnya Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang, tambah Fera, tengah berupaya membuat video animasi yang mudah dipahami dan menarik untuk disimak baik itu oleh kaum disabilitas.

"Kita mencoba membuat video dan suara seperti animasi untuk bagi yang tidak bisa melihat dan mendengar, kami upayakan, dan saat ini masih belum maksimal," kata dia.

Ia menyepakati ini menjadi tugas dari BMKG ke depannya sebagai sumber informasi awal yang dapat ditanggapi oleh kaum rentan seperti disabilitas.

Pemahaman tentang informasi yang baik oleh disabilitas membutuhkan masukan pula dari kaum disabilitas. Namun dewasa ini minim kaum disabilitas dimungkinkan bekerja di lembaga seperti BMKG.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved