Kota Kupang Terkini
Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis Dukung Pengembangan IB Ternak Sapi
Menurut dia, pengembangan sapi lokal juga sangat diperlukan. Namun, ia menegaskan adanya modifikasi dalam pengembangan ternak.
Ringkasan Berita:
- Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis mendukung pengembangan IB ternak sapi
- Pemkot Kupang juga sedang mengajukan penambahan untuk jenis sapi lainnya seperti limosin hingga brahman maupun wagiu dan angus
- Plt Kepala Dinas Peternakan NTT drh. Melky Angsar mendorong adanya peningkatan program inseminasi buatan (IB). 90 persen perkawinan ternak di NTT, menurut dia terjadi secara alamiah
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis menyatakan dukungannya terhadap pengembangan ternak melalui inseminasi buatan atau IB. Ia mengatakan, Pemkot Kupang melalui Dinas Pertanian sudah melaksanakan program IB pada 60 straw dan ongole 25 straw.
Pemkot Kupang juga sedang mengajukan penambahan untuk jenis sapi lainnya seperti limosin hingga brahman maupun wagiu dan angus. Dia menyebut, dua jenis sapi ini menjadi primadona tamu, terutama wisatawan luar negeri.
"Kenapa kami mengajukan juga wagiu dan angus, ini kan sapi unggulan yang kalau kita ke restoran bintang lima ini merupakan menu unggulan," kata Serena dalam kegiatan Advokasi dan Kesehatan Hewan tentang Semen Beku sapi di NTT bersama Senator Angelo Wake Kako, Jumat (12/6/2026) di Kantor DPD RI Kantor Perwakilan NTT.
Menurut dia, restoran atau rumah makan menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Kota Kupang. Sehingga, dukungan pengembangbiakan ternak sapi ini akan membantu tempat itu. '
Baca juga: Wakil Wali Kota Kupang Soroti Perangkat dan Akses Informasi Publik di Dukcapil
Sisi lain, adanya potensi itu maka ada terobosan lainnya yang bisa ikut dikembangkan. Salah satunya, kata Serena, yakni memproduksi sumber protein hewani seperti susu, yogurt maupun keju.
"Kami bisa buat wisata baru, kita bisa siapkan lahan industri seperti Cimory kalau kita ke Bogor, nantinya bisa menghasilkan PAD juga untuk Kota Kupang," katanya.
Serena menyampaikan, bantuan inseminasi sapi perah ini sangat membantu untuk Pemkot Kupang.
Dengan dukungan itu, langkah untuk melakukan pengembangan ternak di wilayah perkotaan bisa dilakukan. Pemkot Kupang juga berkoordinasi dengan daerah lainnya untuk menghasilkan produk.
Plt Kepala Dinas Peternakan NTT drh. Melky Angsar mendorong adanya peningkatan program inseminasi buatan (IB). 90 persen perkawinan ternak di NTT, menurut dia terjadi secara alamiah.
Persoalannya adalah terjadi pertumbuhan ternak yang tidak baik. Seringkali ternak tidak berkembang sesuai harapan. Itu dikarenakan perkawinan antar keturunan pada ternak.
"Untuk meningkatkan genetiknya, ini merupakan salah satu hal yang perlu kita lakukan," ujarnya.
Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) populasi ternak sapi dan kerbau menurun. Namun, ia meyakini populasi ternak masih cukup banyak. Sebab, seringkali dalam pelaksanaan pengumpulan data, peternak melaporkan jumlah ternak tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Dari tahun 2022 hingga saat ini, optimalisasi reproduksi pada ternak terus dilakukan. Jumlahnya, kata dia, terus mengalami penurunan, terutama pada program IB. Kendalanya karena operasional yang ikut menurun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Angelo-kegiatan-di-DPD-RI-NTT.jpg)