Berita NTT Hari Ini
Bulan Depan Kadin NTT Ekspor Perdana Produk UMKM ke RDTL
Ekspor perdana tersebut usai melakukan pertemuan bersama CCI Timor Leste dalam membahas terkait rencana perdagangan antara NTT-Tiles
"Hadir juga direktur Telkomcell yang adalah anak perusahaan dari Telkomsel," sambungnya.
Baca juga: REI NTT Sambut Gembira Pertemuan Bilateral KADIN NTT - Timor Leste
Pertemuan kedua lembaga pengusaha dua negara itu, diawali dengan perkenalan masing-masing delegasi, juga penyampaian ucapan teirma kasih.
Ketua Kadin NTT, Bobby Liyanto, menyampaikan ucapan selamat atas perayaan hari ulang tahun RDTL ke 20 tahun, bertepatan dengan pertemuan yang dilangsungkan para pengusaha itu.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas penyambutan dan pertemuan yang dilakukan dengan lancar. Bupati Belu, Agustinus Taolin, dalam kesempatan itu turut mengapresiasi sekaligus memberi dukungan penuh atas pertemuan tersebut.
Agus Taolin, mengaku sebagai wilayah perbatasan antar kedua negara, tentu pertemuan itu akan melahirkan hal-hal yang bisa memberi kebijakan bagi Pemerintah Daerah Belu.
Adapun beberapa hal yang disampaikan pertemuan bilateral itu. Pertama mengenai visi besar dari Timor Leste dan Timor.
Baca juga: Ketua Umum KADIN NTT Apresiasi Kerja Pemerintah Kota Kupang melalui DPMPTSP kota Kupang
Bobby Liyanto mengatakan, sesuai arahan dan masukan dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, bahwa kerja sama Timor Leste dan NTT adalah atas nama Timor. Hal itu didasari pada satu pulau yakni Timor, yang terdiri atas dua negara.
"Kita akan bekerja sama bersama-sama atas nama Pulau Ini (Timor), atas nama masyarakat Timor," sebutnya.
Kebanggan di Pulau Timor itu juga terwujud dengan adanya Presiden di RDTL. Di Timor, lanjut Bobby, perlu berbangga karena ada Gubenur yang juga orang Timor. Hubungan persaudaraan, dagang kekerabatan itu tetap berjalan dengan baik dan saling mendukung.
Visi besar itu, menurut Bobby adalah tentang visa dan daerah khusus seperti yang telah terjadi Batam dan Singapura yakni setiap orang Batam maupun Singapura dapat berlalulintas antar kedua wilayah tanpa penggunaan visa.
Saran Gubernur NTT, kata Bobby, untuk perbatasan ini yang akan diperjuangkan adalah, lalulintas masyarakat dan dagang tidak lagi menggunakan paspor dan hanya menggunakan KTP atau bebas visa.
Baca juga: KADIN Indonesia Temui U.S. Chamber Of Commerce,Marisa Lago: Indonesia Partisipasi Dalam Indo-Pacifik
"Dengan adanya seperti ini tentunya akan mendukung industri pariwisata," kata dia.
Begitu juga dengan free treet son yang dilaksanakan pada rasio 10 kilometer dari perbatasan ke arah Timor Leste dan 10 Kilometer dari perbatasan ke arah NTT.
Dengan ini, akan menjadi gairah baru untuk perdagangan di perbatasan dan akan menguntungkan kedua belah pihak.
Pembahasan juga dilakukan yaitu rencana menengah berkaitan investasi bersama dari kedua pengusaha di Kupang maupun Timor Leste, dikawasan perbatasan.