Perang Rusia Ukraina

Ngotot Beri Sanksi Rusia,Uni Eropa Akhirnya Gagal Sepakat Embargo Minyak dan Gas Rusia,Ini Alasannya

Ngotot Beri Sanksi Rusia, Uni Eropa Akhirnya Gagal Sepakat Embargo Minyak dan Gas Rusia, Ini Alasannya

Editor: Adiana Ahmad
EPA-EFE/OLE BERG-RUSTEN/Balkan Insight
Kapal Tengker Rusia Mendekati Pelabuhan Oslo Norwegia - Ngotot Beri Sanksi Rusia,Uni Eropa Akhirnya Gagal Sepakat Embargo Minyak dan Gas Rusia,Ini Alasannya 

Ngotot Beri Sanksi Rusia,Uni Eropa Akhirnya Gagal Sepakat Embargo Minyak dan Gas Rusia,Ini Alasannya

POS-KUPANG.COM - Ngotot memberikan sanksi kepada Rusia sejak Invasi Rusia ke Ukraina, negara-negara Uni Eropa kini malah gagal sepakati embargo minyak dan gas Rusia. Ada apa?

Kegagal itu dipicu oleh sikap Hungaria bersama sekelompok negara Uni Eropa yang menolak emrbargo tersebut. 

Alasannya, Hungaria dan beberapa negara Uni Eropa seperti Republik Ceko, Slovakia dan Bulgaria 

terkurung daratan dan selama ini hanya mengandalkan pasikan minyak dan gas dari Rusia. 

Baca juga: Otoritas Ukraina Nyatakan Berakhirnya Misi Tempur di Mariupol Setelah Pengepungan Pasukan Rusia

Perihal kegagalan kesepakatan Embargo Minya dan Gas Rusia oleh Uni Eropa itu disampaikan secara resmi Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Joseph Borrel, dikutip Rusia Today, Senin 16 Mei 2022.

Usulan embargo minyak mentah Rusia adalah bagian dari paket sanksi keenam, yang diusulkan pada 4 Mei, menyusul serangan militer Rusia ke Ukraina.

Borrell mengakui beberapa negara anggota menghadapi lebih banyak kesulitan karena mereka lebih bergantung pada migas Rusia.

Mereka berulang kali menyuarakan keberatan mereka terhadap larangan tersebut. Pemerintah Hungaria mengatakan embargo akan menghantam perekonomian negara itu.

Baca juga: Finlandia Baru Diancam Rusia Pasca Ingin Bergabung ke NATO, Amerika Sudah Siap Alirkan Bantuan

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuka kebuntuan situasi. Saya tidak bisa memastikan itu akan terjadi, karena posisinya (menentang) cukup kuat,” kata Borrel.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto mengatakan blok tersebut gagal menemukan cara untuk mengurangi kerusakan akibat embargo.

Sejak akhir Februari, kekuatan brat telah memberlakukan sanksi berat terhadap Rusia atas operasi militernya di Ukraina.

Sanksi tersebut termasuk melarang impor batu bara, membekukan aset Rusia, menutup penerbangan pesawat Rusia, memasukkan berbagai perusahaan Rusia e daftar hitam.

Selain melarang pesawat UE dari wilayah udaranya, tanggapan Rusia sejauh ini sebagian besar terbatas pada sanksi terhadap perusahaan tertentu yang terkait penyitaan aset Rusia.

Sebagai respon balik lain, Rusia meminta negara-negara yang tidak bersahabat membayar gas alam Rusia dalam mata uang rubel.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved