Berita NTT Hari Ini
PMK Mewabah di Jatim, Barantan Kelas I Kupang Gelar Rakor Kewaspadaan Dini
Untuk itu, Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang menggelar rapat koordinasi kewaspadaan terhadap PMK
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak kembali mewabah di Jawa Timur. Seperti diberitakan TribunJatim.com, Senin 9 Mei 2022, sebanyak 1.247 ekor sapi di Jawa Timur terinfeksi virus PMK.
Untuk itu, Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang menggelar rapat koordinasi kewaspadaan terhadap PMK Selasa 10 Mei 2022.
Dalam rapat koordinasi tersebut dihadirkan tiga narasumber yang memaparkan materinya terkait virus PMK yakni Koordinator Prodi Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana, drh. Novalino H. G. Kallau, Dokter Hewan senior, drh. Maria Geong, Ph.D dan Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan Provinsi NTT, drh. Melky Angsar, M.Sc.
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, drh. Yulius Umbu Hunggar dalam kesempatan tersebut mengatakan, masalah PMK yang mulai mewabah di Jawa Timur akan segera dikoordinasikan dengan pemerintah daerah yang memiliki otoritas di daerah.
Baca juga: 74 Desa di Kabupaten Kupang Siap Gelar Pilkades Serentak
"Di Provinsi pertama ke Dinas Peternakan nanti bersama dinas kita ke Gubernur. Ini yang terkait dengan penutupan wilayah, pengamanan territorial Provinsi NTT," kata Yulius.
"Ini yang akan kita lakukan pertama, kedua, sambil menunggu kebijakan itu kita lakukan aksi. Aksi pertama adalah pengetatan hewan maupun produk hewan rentan ke NTT Melalui pintu - pintu masuk strategis bandara dan laut," lanjutnya.
Dikatakan Yulius, koordinasi dengan instansi terkait sudah berjalan selama ini dan dihidupkan kembali dengan melakukan patroli dan operasi patuh terutama pada kapal - kapal yang penumpang dan komoditanya banyak, seperti kapal Awu.
"Itu kita lakukan koordinasikan dengan TNI / POLRI KSOP dan sebagainya," jelas Yulius.
Baca juga: Jemaah Haji Reguler Dibagi 241 Kloter, Terbang Perdana ke Arab Saudi 4 Juni
Selain itu, tindakan pencegahan seperti early warning system, bio security, termasuk penyemprotan - penyemprotan kandang peralatan ataupun ternak juga harus tetap dilakukan.
Pihaknya juga akan bekerjasama dengan Dinas Peternakan untuk melihat kembali produk - produk turunan dari hewan rentan yang ada di mall dan sebagainya yang berasal dari Jawa Timur sebagai tindak lanjut dari larangan yang disampaikan Dinas Peternakan terkait dengan larangan izin memasukkan.
"Itu kita kawal nanti karena itu sudah larangan," tandasnya.
Karena itu sudah ada larangan, kata Yulius, pihaknya akan menahan dan memusnahkan produk - produk tersebut jika ditemukan di pasaran. Hal ini merupakan langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat sambil menunggu keputusan dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.
Baca juga: Aparat Polres Sikka Bekuk 8 Orang Pemain Judi Kupon Putih
Sementara itu, sebanyak 736 sapi dari NTT sudah terlanjur dikirimkan bertepatan dengan keluarnya keputusan larangan dari Dinas Peternakan dan saat ini, kapal yang membawa sapi - sapi tersebut telah bersandar di Surabaya.
"Jadi hari ini kita terima, hari ini juga sapi berangkat. Nah pengiriman sapi ini kan ada proses, persiapan kandang rekomendasi, pengambilan darah itu sudah dua tiga hari sebelumnya, kita sudah ready berangkat baru dilarang," ujar Yulius.
Terkait sapi yang sudah terlanjur sampai di Surabaya dia mengatakan akan berkomunikasi dengan pihak Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya untuk mendapatkan solusi karena sapi - sapi tersebut tidak bisa diberangkatkan ke tempat tujuan yakni Jakarta.
"Kita harapkan jangan menganggap sepele penyakit ini. Ini penyakitnya multi efek karena menyerang aspek selain ekonomi, sosial budaya dan sebagainya," jelasnya.
Baca juga: Aliansi Peduli Kemanusiaan Kembali Gelar Aksi Tuntut Keadilan Kematian Astri dan Lael
Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan Provinsi NTT, drh. Melky Angsar, M.Sc dalam kesempatan yang sama mengatakan, sebagai tindak lanjut dari Provinsi dari surat pernyataan wabah dari Menteri Pertanian tentang wabah PMK di Aceh dan Jawa Timur pada hari ini, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dulu dengan karantina dan stakeholder di provinsi.
"Nanti kami akan mengeluarkan instruksi Gubernur untuk pelarangan pemasukan ternak yang beresiko yang membawa PMK dan juga produk - produk turunannya seperti susu, daging, semen dan kulit, nanti kami koordinasi dulu ke dalam tapi paling tidak sampai saat ini, tadi sudah keluar surat dari kepala Dinas Peternakan untuk kabupaten/ kota supaya untuk sementara waktu tidak mengeluarkan izin pemasukan dari daerah - daerah tertular," kata Melky.
"Saat ini kan daerah tertular baru delapan. Kita lihat perkembangan nanti seperti apa tapi pastinya kami melarang memasukkan dari daerah yang tertular," tambahnya.
Senada dengan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, Melky mengatakan, pihaknya akan membentuk satgas untuk melakukan penelusuran ke pusat - pusat perbelanjaan seperti supermarket atau tempat penyimpanan daging, susu dan produk produk lainnya sehingga bisa dipantau apakah benar - benar ada produk dari daerah - daerah tertular paling tidak produk yang masuk dalam kurun waktu satu dua bulan terakhir karena paling beresiko.
Baca juga: Peruntungan Shio Besok Rabu 11 Mei 2022, Lupakan Rasa Malu Ayam, Harimau Butuh Kepastian
"Kalau ada pasti ditarik karena dilihat dari nomor bacth produksinya kapan, kalau memang produksinya dekat sekali dan memang terindikasi dari daerah - daerah, dari kabupaten yang terkena PMK itu kami akan usut," ujarnya. (uzu)