Berita NTT Hari Ini
Pengamat Kebijakan Publik NTT: Bukan Jabatan Politis
Tiga nama yang telah hasilkan Pansel memiliki peluang yang sama tapi bagaimanapun akan terpilih seorang sekda itu.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dalam organisasi pemerintah daerah (birokrasi) posisi Sekertaris Daerah memiliki posisi strategis manajerial karena itu sebagai jabatan karir, bukan jabatan politis. Oleh Karena itu sekretaris daerah harus memenuhi syarat kompetensi teknis dan juga administratif.
Dalam perspektif itu, saya kira tidak boleh ada muatan politis, pertimbangan wilayah atau singkatnya primorialisme tapi betul-betul sekda adalah orang yang punya kemampuan.
Kemampuan manajerial mengelola administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan sehingga sebagai unsur staf yang membantu pimpinan dalam memutuskan kebijakan strategis.
Bahwa tiga nama yang diusulkan oleh pansel saya menilai telah melalui tahapan, prosedur dan mekanisme baku yang selanjutnya boleh Gubernur diusulkan kepada presiden.
Baca juga: Tournamen Sepak Bola Liga Pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Rote Ndao Dibuka
Karena itu harapan saya agar masyarakat tidak perlu berspekulasi adanya kepentingan lain dlm pemilihan sekda apalgi tantangan kedepan membutuhkan fugur sekda yang profesional, loyal dan berkinerja baik.
Tiga nama yang telah hasilkan Pansel memiliki peluang yang sama tapi bagaimanapun akan terpilih seorang sekda itu.
Oleh karena itu saya berharap sekda definitif mampu melakukan konsolidasi internal maupun eksternal birokrasi terlebih kita akan memasuki momentum pileg dan pilkada serentak disamping itu sekda juga harus mampu menterjemahkan visi dan misi Gubernur dan wakil gubernur.
Mereka punya kemampuan menciptakan suasana baik untuk legislatif dan eksekutif. Yang kedua, bisa mengolah dan mengkoordinasikan unit OPD terkait dan yang ketiga mereka punya kemampuan untuk memberikan pilihan-pilihan putusan bagi pimpinan.
Baca juga: Satu Lagi PMI Asal Lembata NTT Dipulangkan Karena Sakit
Ketiganya itu punya peluang yang sama. Tapi kita tidak tauh penilaiannya seperti apa.
Dilihat dari track record dan jenjang pengalaman mereka, kalau ada sekda ya mungkin. Kalau saya mantan sekda, saya lihat sekda itu mereka sudah punya pengalaman dan jenjang karir dari bawa ya sehingga itu membantu menterjemahkan komitmen atau kebutuhan dari pimpinan.
Posisi sekda itu sangat strategis. Apalagi tahun 2024 ini kita akan menghadapi pilkada serentak dan pileg sehingga kita berharap jangan ada pertimbangan-pertimbangan lain, jadi benar-benar orang yang profesional, yang memiliki kompetensi manajerial maupun administrasi.
Memang kita tidak bisa menghindari adanya sentuhan politik tapi saya kira itu sudah tirak zaman lagi. Karena itu justru akan merusak birokrasi kita.
Baca juga: Ketua DPRD Manggarai Timur Bantu Seng dan Semen Rehap Gedung SDK Warat
Tantangan birokrasi kita kedepannya ini semakin sulit. Karena itu kita butuh sosok yang mampu menterjemahkan kebijakan pimpinan secara lurus dan tegak lurus. Dan siapapun pimpinan, sekda tetap bekerja dalam koridor yang berlaku. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ir-habde-adrianus-dami-m-si-pengamat-kebijakan-publik-ntt.jpg)