Perang Rusia Ukraina

Perang Rusia vs Ukraina:Ternyata Rusia Tak Sendirian, Ini Negara Siap Bantu Rusia jika Ada Serangan

Sebagian besar sekutu Rusia dan negara lainnya biasanya berusaha untuk tetap netral.Namun ada beberapa negara yang

Editor: Ferry Ndoen
YouTube
Rudal Iskander 9K720 ISKANDER-M Rusia 

POS-KUPANG.COM - Sebagian besar sekutu Rusia dan negara lainnya biasanya berusaha untuk tetap netral.

Namun ada beberapa negara yang memiliki hubungan dekat dengan Moskow dan masih sepenuhnya mendukung Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Jika Barat memiliki NATO, maka Rusia juga memiliki aliansi pertahannya yang disebut CSTO, seperti yang dilaporkan The Washington Post.

Collective Security Treaty Organization (CSTO) adalah Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif yang tujuannya hampir sama dengan NATO.

CSTO beranggotakan enam negara, yaitu Russia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Tajikistan.

Setiap negara memiliki komitmen untuk membantu negara lainnya jika mengalami agresi militer atau serangan dari negara lain.

Selain anggota CSTO, Rusia diketahui memiliki hubungan dekat dengan beberapa negara lainnya seperti China, Suriah, Israel, Pakistan, Kuba, dan lainnya.

Perjanjian Keamanan Kolektif dimulai dan ditandatangani pada tahun 1992 sebagai tindak lanjut dari Persemakmuran Negara-Negara Merdeka, yang dibentuk setelah Uni Soviet bubar.

Baca juga: Jendela Transfer Pemain 2022: Teka-teki Pemain Asing Baru Persib Bandung, Mengerucut 2 Nama Ini

Berikut ini profil tujuh negara sekutu Rusia.

1. China

China merupakan negara yang memiliki hubungan dekat dengan Rusia.

Meski mereka dekat, tapi tindakan Rusia dalam serangan Ukraina tidak mendapat respons langsung dari China.

Prajurit Ukraina memuat truk dengan FGM-148 Javelin, rudal anti-tank Amerika yang diberikan oleh Amerika Serikat ke Ukraina sebagai bagian dari dukungan militer untuk perlawanan Kyiv terhadap invasi Rusia -
Prajurit Ukraina memuat truk dengan FGM-148 Javelin, rudal anti-tank Amerika yang diberikan oleh Amerika Serikat ke Ukraina sebagai bagian dari dukungan militer untuk perlawanan Kyiv terhadap invasi Rusia - (AFP/ Sergei SUPINSKY)

China mengatakan tidak akan memberikan dukungan militer kepada Moskow, tapi telah meningkatkan perdagangan dengan peningkatan impor gandum dari Rusia.

Namun, menteri luar negeri China menekankan kedaulatan masing-masing negara harus dihormati, sehingga meminta para pihak untuk kembali ke meja perundingan.

China belum secara resmi memihak karena menikmati hubungan baik dengan Ukraina, peduli dengan bisnisnya dengan Eropa, dan telah menemukan sekutu dalam diri Putin.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved