Berita Lembata Hari Ini
Taman Belajar B73 Lembata Tunjuk Kebolehan di Puncak Hardiknas
Suasana Hardiknas pun semakin lebih terasa dan berwarna karena anak-anak taman belajar begitu antusias
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Anak-anak Taman Belajar Berdikari Tujuh Maret (B73) di Kota Lewoleba melakukan sesuatu yang berbeda untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Senin, 2 Mei 2022.
Di hadapan orangtua mereka, para anggota taman belajar yang masih duduk di bangku sekolah itu menampilkan beraneka kemampuan membaca puisi, pidato, bernyanyi hingga bermain drama.
Suasana Hardiknas pun semakin lebih terasa dan berwarna karena anak-anak taman belajar begitu antusias mengikuti beraneka acara yang sudah disiapkan panitia. Orangtua mereka pun memenuhi tenda kegiatan untuk mendukung penampilan buah hati mereka.
Baca juga: KABAR BURUK dari Rusia, Presiden Putin Dikabarkan Operasi Kanker, Kekuasaan ke Orang Kepercayaan
'Sepatu Setengah Tiang' merupakan judul drama yang mereka bawakan secara apik dan memberi pesan mendalam kepada para penonton. Drama yang disutradarai oleh Delos dan Totty da Silva ini dengan satir memotret realitas pendidikan di Indonesia terutama di Lembata.
Totty da Silva, salah satu pendamping taman belajar, menyampaikan, di antara para pemeran drama karya Ansel Langowuyo itu terdapat anak putus sekolah hingga remaja yang baru menuntaskan Sekolah Menengah Atas.
Adalah sesuatu yang luar biasa mereka bisa bermain drama di atas panggung Hardiknas Taman Belajar B73 disaksikan para orangtua dan warga lainnya.
Baca juga: Pameran Bonsai Semarakkan Liburan Idul Fitri di Kupang
Menurut dia, kehadiran Taman Belajar B73 membawa pengaruh positif bagi remaja yang biasanya hanya menghabiskan waktu di pinggir jalan saja. Mereka bisa belajar non formal dan mengalihkan perhatian pada aktivitas-aktivitas yang bermanfaat dan positif.
Alumnus Seminari San Dominggo Hokeng ini mengaku kalau kehadiran taman belajar di kompleks rumahnya itu sangat penting mengingat pendidikan karakter perlu ditumbuhkan sejak usia dini.
Dia dan teman-temannya sudah bertekad menjadikan Taman Belajar B73 sebagai tempat menanamkan nilai-nilai kehidupan dan pembinaan karakter anak.
Baca juga: Sektor Pariwisata di NTT Peluang Emas Serap Tenaga Kerja
Ketua Taman Belajar B73, Ian Sinuor menyebutkan kalau dalam rangka Hardiknas, panitia taman belajar menggelar tiga hari perlombaan mewarnai, pidato dan baca puisi mulai dari usia TK-PAUD, SD dan SMP. Lalu, pada perayaan puncak, anak-anak diberi kesempatan tampil di atas panggung.
Taman belajar sendiri punya kegiatan belejar rutin setiap hari Minggu sore. Mereka didampingi membaca buku, belajar sambil bermain dan berlatih public speaking.
"Urus anak-anak pasti susah-susah gampang juga tapi kami tak pantang menyerah," tandas Ian kepada wartawan.
Baca juga: Masyarakat Pantai Selatan, Lembata Akhirnya Bisa Menikmati Ruas Jalan Berhotmix
Taman Belajar B73 menurut Ian didirikan bersama teman-teman karena prihatin dengan situasi dunia pendidikan selama masa pandemi Covid-19.
Dia melihat banyak anak-anak di seputaran kompleks Berdikari dan Tujuh Maret tidak bisa belajar secara efektif. Ian dan teman-temannya pun kemudian berinisiatif mendirikan sebuah taman belajar. (*)