Berita NTT Hari Ini
Sektor Pariwisata di NTT Peluang Emas Serap Tenaga Kerja
tenaga kerja yang keluar itu disebabkan beberapa hal, salah satunya akibat keterbatasan lapangan kerja
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM,KUPANG -- Sektor Pariwisata di NTT masih merupakan salah satu peluang emas yang bisa menyerap tenaga kerja. Peluang ini jika dimanfaatkan secara baik, maka dapat membantu penyelesaian persoalan tenaga kerja.
Hal ini disampaikan Pengamat Publik dari FISIP Undana Kupang, Dr. Lazarus Jehamat, Selasa 3 Mei 2022.
Menurut Lazarus, persoalan tenaga kerja di NTT masih kompleks, namun ada peluang usaha di sektor Pariwisata yang bisa menyerap tenaga kerja.
Baca juga: Kisah Kakek Pemulung di Sikka, Tiap Hari Jalan Kaki 8 Kilometer Sambil Dorong Gerobak
"Pariwisata dengan beragam turunannya menjadi peluang emas bagi kita di NTT. Kalau itu dimanfaatkan dengan baik, saya kira kita bisa segera keluar dari kemelut tenaga kerja," kata Lazarus.
Terkait banyaknya tenaga kerja asal NTT yang selalu keluar negeri dan tidak sedikit yang kembali dalam keadaan meninggal dunia, Lazarus menjelaskan, tenaga kerja yang keluar itu disebabkan beberapa hal, salah satunya akibat keterbatasan lapangan kerja.
"Saya kira karena banyak sebab, jika tenaga kerja asal NTT selalu keluar negeri. Salah satunya disebabkan karena ketiadaan lapangan kerja. Dulu, pengambil kebijakan terlalu banyak memberikan janji membuka lapangan kerja tetapi faktanya ternyata tidak," jelasnya.
Baca juga: Juergen Klopp Sebut Pertandingan Kedua Kontra Villarreal akan Berjalan Sulit, Ini Alasannya
Dikatakan, hasil riset mahasiswanya di salah satu perusahaan di Kota Kupang, kondisi buruh masih sangat memprihatikan. Pasalnya, relasi buruh dan majikan masih bersifat subordinatif.
Sedangkan terkait peluang kerja di NTT, sesungguhnya harus dilihat dalam kerangka produktif.
"Bagi saya, saat ini, kita memiliki banyak sekali peluang. Soal utamanya ialah apakah kita mau memanfaatkan peluang kerja dan memproduksi lapangan kerja? Jawabanya harus ditanya ke pengambil kebijakan dan para pencari kerja," katanya.
Baca juga: Masyarakat Pantai Selatan, Lembata Akhirnya Bisa Menikmati Ruas Jalan Berhotmix
Dikatakan, UMP di NTT saat masih belum layak.
"Menurut saya, UMP NTT masih belum laik. UMP harus didorong agak naik agar kesejahteraan buruh bisa diperbaiki. Negara dan pengusaha serta buruh harus duduk dalam kerangka equalitas dan bukan subordinatif," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pngamat.jpg)