Berita Sikka Hari Ini

Diminta Pindah Oleh Satpol PP Sikka, Pedagang Ini Tak Mau Pindah

Di pasar ada banyak penjual ikan dan ada nelayan yang jual juga jadi kalau mereka jual dengan harga murah

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/NOFRI FUKA
Virgilius,pedagang ikan sedang memberi penjelasan di Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Selasa 26 April 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofri Fuka

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Proses penertiban para pedagang pengecer yang berjualan di pinggir jalan sekitar wilayah Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, oleh Satpol PP, menuai respon yang beragam dari para pedagang.

Ada yang langsung memindahkan barang dagangannya, ada yang langsung pergi dari tempat itu, ada pula yang kabur ada juga yang bersitegang (tanya jawab) dengan petugas Satpol PP.

Pantauan Pos Kupang, Selasa 26 April 2022, ada seorang pedagang yang sempat mengungkapkan keluhannya dan alasannya berjualan di tempat itu.

Baca juga: Kenali 10 Ciri atau Gejala Gula Darah Naik, Termasuk Kelelahan dan Penglihatan Kabur

Pedagang itu bernama Virgilius, warga dari Brai Teteng. Saat itu, ia sedang berjualan ikan bersama dengan 2 orang anaknya yang masih remaja.

Ia menjelaskan dirinya adalah pedagang pengecer ikan, awalnya ia berjualan ikan di Pasar Tingkat namun dikarenakan keuntungan yang tak cukup, ia memilih berjualan di pinggir jalan.

Ia menuturkan bahwa alasan barang dagangannya tak laku saat jualan di Pasar Tingkat dikarenakan yang pertama, para nelayan mereka menangkap ikan sekaligus menjual dengan harga murah di Pasar Tingkat.

Baca juga: Es Krim Keys For Happiness Hadir di Kupang Dengan Varian 3 Rasa

"Di pasar ada banyak penjual ikan dan ada nelayan yang jual juga jadi kalau mereka jual dengan harga murah, yah, kita punya otomatis tidak laku, apalagi kita ini kan pedagang pengecer, kalau jual dengan harga murah yah kita rugi. Sehingga, saya memilih jualan di sini," ungkapnya.

Yang berikut, katanya, pengaturan tempat berjualan yang tak rapih jadi salah satu alasannya.

"Kalau diatur dengan rapih, pasti bisa, tapi kalau terkumpul di satu tempat, peluang kerugian itu pasti ada, dan saya alami itu," jelasnya.

Baca juga: Bupati Lembata Harap ASN Kerja Jujur, Tulus dan Hindari Korupsi

Ia mengharapkan, pemerintah dapat mengatur para pedagang di pasar tersebut lebih rapih dan bisa efisien mendatangkan keuntungan bagi semua pedagang.

"Saran saya, yang nelayan tetap saja di TPI, kami para pengecer yang pergi beli di situ terus kami jual lagi, jangan para nelayan jual di TPI terus jual lagi di pasar. Itukan kami bisa rugi," tandasnya. (Cr1)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved