Berita NTT Hari Ini
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT Gelar Sosialisasi Jabatan Fungsional Pustakawan
supaya dengan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan stakeholder bagi para pegawai dan calon pustakawan di Provinsi NTT.
Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menggelar sosialisasi jabatan fungsional (SJF) pustakawan tingkat Provinsi NTT.
Diikuti ratusan peserta dari seluruh daerah baik secara offline maupun online, sosialisasi tersebut dilangsungkan di Hotel Swiss Bellin Kristal Kupang, Jumat 22 April 2022.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Ir. Stefanus Ratoe Odjoe kepada Pos-Kupang.Com usai acara tersebut mengatakan kegiatan ini tindaklanjut dari peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi Nomor 9 tahun 2014 tentang jabatan fungsional pustakawan dan angka kreditnya.
"Dalam aturan tersebut banyak perubahan dan tata kerja jabatan fungsional pustakawan yang telah diatur dan seiring bergantinya waktu kebijakan jabatan diperbaharui", ujarnya.
Baca juga: Pemkot Gelar Bulan Imunisasi Anak Nasional
Menurut Stefanus digelarnya sosialisasi ini agar memberi pembekalan kepada pustakawan yang baru diangkat melalui jalur pengangkatan penyesuaian, peralihan pertama dari jabatan lain serta penyetaraan jabatan administrasi ke dalam jabatan fungsional.
"Ini merupakan program prioritas perpustakaan nasional RI yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi tentang kebijakan nasional tentang pengembangan tenaga perpustakaan dan kebijakan pemerintah daerah terkait pengembangan tenaga perpustakaan", jelasnya
Stefanus pun mengharapkan supaya dengan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan stakeholder bagi para pegawai dan calon pustakawan di Provinsi NTT.
Baca juga: Rusia Diambang Kemenangan, Pasukan Militer Semakin Ofensif Rebut Mariopul Ukraina
"Saya harap dapat memberikan pencerahan terkait jabatan fungsional pustakawan dan tata cara pelaksanaan kegiatan ke pustakawan", pungkasnya
Selain itu, Kabid Layanan dan Pembinaan Perpustakaan Dollyres Chandra mengatakan ada 106 peserta mengikuti sosialisasi jabatan fungsional pemustaka tingkat Provinsi NTT.
"Para peserta ini tidak hanya dari SKPD Provinsi tetapi juga dari SKPD seluruh daerah di NTT", katanya
Tujuan kegiatan ini, kata dia guna memberikan pengetahuan yang lebih tentang apa itu perpustakaan.
Baca juga: Menkeu Inggris dan Kanada ‘Walkout’ dari Pertemuan IMF Saat Delegasi Rusia Bicara
Selain itu, lanjut Dolly sebagai jabatan fungsional, mereka harus dilatih agar dapat mendidik para pemustaka-pemustaka sehingga menghasilkan sesuatu produk yang bagus.
"Apabila seorang pustakawan itu bagus tentu anak didiknya mendapatkan hasil yang bagus", ungkapnya
Dengan demikian, kata Dolly para pemustaka-pemustaka ini harus memiliki kemampuan yang terus berkembang.