Perang Rusia Ukraina
Pasukan Elite Inggris SAS Latih Warga dan Tentara Ukraina Tembak Rudal Anti -tank NLAW vs Rusia
Pernyataan propagandis TV pemerintah Rusia yang menyatakan bahwa Perang Dunia III dimulai, setelah Kapal Induk Rusia Moskva ditenggelamkan Ukraina di
POS-KUPANG.COM - Pernyataan propagandis TV pemerintah Rusia yang menyatakan bahwa Perang Dunia III dimulai, setelah Kapal Induk Rusia Moskva ditenggelamkan Ukraina di Laut Hitam, direspon cepat oleh negara Barat dan Ukraina.
Dimana pasukan elite Inggris yang disegani di dunia yakni Special Air Service (SAS) mulai melatih warga dan tentara Ukraina berperang di medan laga tempur secara langsung.
Salah satu yang utama adalah melatih cara menggunakan rudal anti-tank NLAW yang dipasok Inggris, setelah Rusia memperingatkan bahwa keterlibatan Barat berarti Perang Dunia Ketiga telah dimulai.
Dua perwira dari batalyon terpisah Ukraina yang ditempatkan di dalam dan di sekitar Kyiv mengatakan kepada The Times bahwa Pasukan Khusus Inggris SAS telah melatih pasukan mereka dua kali selama dua minggu terakhir.
Sebelumnya pelatih militer Inggris telah hadir di Ukraina sejak invasi Rusia ke Krimea pada 2014.
Tetapi ditarik pada Februari karena kemungkinan Putin memerintahkan invasi habis-habisan ke Ukraina meningkat.
Laporan pelatihan Inggris muncul setelah TV Rusia memperingatkan bahwa keterlibatan Barat dalam perang, seperti memasok senjata ke Ukraina dan melatih militernya, berarti bahwa Perang Dunia Ketiga telah dimulai.
Baca juga: Putin Peringatkan Joe Biden, Amerika Serikat Pasok Drone dan Arteleri Jarak Jauh ke Ukraina
Surat kabar itu mengatakan telah berbicara dengan dua komandan Ukraina yakni Kapten Yuriy Myronenko dan seorang komandan pasukan khusus Kyiv yang memiliki julukan 'Skiff'.
Pasukan elite Inggris SAS melatih warga dan tentara Ukraina gunakan rudal anti-tank NLAW untuk lawan Rusia
Myronenko mengatakan rekrutan baru dan yang kembali di batalionnya, yang ditempatkan di Obolon yakni di pinggiran di pinggiran utara Kyiv yang mengalami pertempuran sengit pada hari-hari awal invasi, telah dilatih oleh SAS Inggris untuk menggunakan NLAW dua minggu lalu.
Sejak Februari, Inggris telah mengirimkan lebih dari 3.600 Senjata Anti-tank Ringan (NLAW) generasi berikutnya ke Ukraina.
Lalu Kyiv meminta lebih banyak karena NLAW telah terbukti sangat efektif melawan tank Rusia.
"Peluncurnya relatif mudah digunakan, dan memberi pasukan darat counter modern dan ringan untuk sejumlah besar tank Rusia yang bergerak lambat dan sering ketinggalan zaman," kata Myronenko.
Sementara itu, Skiff mengatakan kepada The Times bahwa batalyon ke-112 Ukraina, yang menjadi unit unitnya saat itu, juga telah diberi pelatihan oleh pasukan Inggris sejak minggu lalu.
Komandan seniornya yang dijuluki beruang mengkonfirmasi laporan Skiff ke surat kabar.
"Mereka orang baik, orang Inggris. Mereka telah mengundang kami untuk mengunjungi mereka saat perang usai," katanya.