KKB Papua

Gerilyawan KKB Papua Hadang Prajurit TNI di Tepi Sungai, Usai Menembak Lalu Sembunyi di Balik Lubang

Sekelompok anggota kelompok kriminal bersenjata di Papua kembali melakukan aksi yang mengerikan. Mereka menembak TNI Polri di tepi sungai. Simak ini.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
Detik-detik kelompok kriminal bersenjata di Papua saat hendak menyerang prajurit TNI Polri yang sedang bertugas di Papua. Tangkapan kamera, anggota KKB saat di hutan. 

Tak hanya itu, menurut Sebby serangan TNI-Polri turut membakar rumah milik warga sipil.

"Serangan bom mortir dua hari berikutnya mengakibatkan sembilan rumah warga sipil di Alguru terbakar hangus, menghancurkan semua harta benda milik warga sipil orang asli Papua di Ndugama," ujar Sebby Sambom dalam laporannya.

Baca juga: Lagi, TNI Polri Terlibat Baku Tembak dengan KKB Papua di Ilaga, Berlangsung Dua Jam

KKB Papua di dalam hutan
Kelompok separatis di Papua saat sedang berperang melawan TNI Polri di Papua. Mereka tak henti-hentinya melakukan penginataian terhadap pergerakan TNI yang disebut sebagai musuh.

Menurut Sebby dampak dari penyerangan itu langsung membakar rumah-rumah warga sipil.

Namun ia mengakui bahwa dirinya dan anggotanya tidak mengetahui dengan pasti jenis dan senjata apa yang digunakna TNI-Polri dalam penyerangan tersebut.

Markas KKB di Alguru diklaim menjadi telaga lumpur akibat serangan itu.

Namun KKB Papua memastikan pihaknya tidak ada korban jiwa.

Dengan melihat serang bom mortir, Panglima TPNPB-KODAP III Ndiuama Bridgen Egianus Kogeya melalui telpon selulernya mempertanyakan penggunaan bom oleh TNI/Polri yang menghancurkan alam dan merusak rumah warga sipil.

"Jadi anda Indonesia merusak tanah? Saya ada sama-sama dengan anda TNI/Polri di Kenyam," ungkap Sebby mengulang pernyataan Egianus Kogoya.

Bakar 6 Rumah Warga

Sementara itu, KKB Papua pimpinan Numbuk Telenggen setelah membakar 6 rumah warga di Distik Ilaha, Kabupaten Puncak, Papua.

Numbuk Telenggen juga merupakan pentolan KKB Papua yang kini paling dicari oleh aparat TNI dan kepolisian.

Akibat ulah Numbuk Telenggen, setidaknya ada 16 yang mengungsi karena tak bisa lagi menempati rumahnya.

Siapa sebenarnya sosok Numbuk Telenggen? Dia merupakan pentolan KKB Papua.

Kini dia diburu intelijen atas perintah langsung Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Perburuan Numbuk Telenggen itu dilakukan menyusul gugurnya tiga prajurit TNI AD di Kabupaten Puncak, Papua pada Kamis, 27 Januari 2022.

Baca juga: Pimpinannya Tewas Ditembak TNI, KKB Papua Balas Mutilasi Babinsa & Istri, Kisahnya Bikin Kecut Hati

Ketiga prajurit itu antara lain, Serda M Rizal Maulana Arifin asal Bandung, Pratu Tuppal Halomoan Baraza asal Jambi dan Pratu Pratu Rahman Tomilawa asal Maluku Tengah.

Numbuk Telenggen, pentolan KKB Papua yang diburu intel TNI atas perintah Jenderal Andika Perkasa.
Numbuk Telenggen, pentolan KKB Papua yang diburu intel TNI atas perintah Jenderal Andika Perkasa. (istimewa)

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan pihaknya akan terus mengejar KKB yang menyerang Pos TNI di Distrik Gome, Kabupaten Puncak yang berujung gugurnya tiga prajurit.

Setelah membunuh tiga prajurit TNI AD tersebut, kini Numbuk Telenggen berulah membakar rumah-rumah warga.

Numbuk Telenggen juga masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Puncak Nomor 3/V/2021/tanggal 1 Mei 2021 dalam perkara pembunuhan (penembakan) terhadap anggota Satbrimob atas nama Bharada (Anumerta) I Komang Wira Natha.

Pelaku memiliki banyak daftar kejahatan mulai dari penembakan sampai pembakaran.

Numbuk Telenggen diketahui pernah melakukan aksi penembakan dan pembunuhan terhadap dua tenaga pendidik dan juga tukang ojek di Kampung Eromaga, Kabupaten Puncak pada 14 April 2021.

Usai kejadian tersebut, pada 15 Mei 2021, aparat gabungan sempat menggerebek honai yang diduga tempat persembunyian dari Numbuk Telenggen di wilayah Tanah Merah Bawah.

Namun, Numbuk Telenggen berhasil meloloskan diri. Pasca-penggerebekan tersebut, aparat kemanan menemukan sejumlah barang yaitu senjata angin, amunisi kaliber 5,56, polsel, anak panah, dan sejumlah dokumen TPNPB OPM.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Faizal Ramadhani di Jayapura pada Kamis 7 April 2022 membenarkan kasus pembakaran rumah warga tersebut.

"Dalam pembakaran tersebut, tak ada korban jiwa baik dari warga maupun aparat keamanan," kata Faizal.

Dikatakan, pihaknya telah mengungsikan warga sekitar lokasi ke Polres Puncak.

Sebelumnya, pada Selasa 5 Februari 2022, sekitar pukul 18.25 WIT, terjadi pembakaran satu rumah di Kampung Kimak, Distrik Ilaga.

Baca juga: Wakil Komandan Batalion KKB Papua Tewas Keracunan Air Mineral, Siapa Pelakunya? Begini Faktanya

Atas kejadian tersebut, aparat kemanan berhasil mengevakuasi pemilik rumah dan warga sekitar. Jumlahnya sebanyak 16 orang.

Terkait situasi, Faizal mengatakan aparat kemanan gabungan TNI-Polri sedang bersiaga guna mengantisipasi serangan susulan.

"Pengiriman tim Satgas Penegakan Hukum Damai Cartenz ke Ilaga dengan pesawat masih terkendala. Sebab, pilot dari maskapai penerbangan yang melayani rute ke Bandara Ilaga belum berani memasuki wilayah tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara OPM, Sebby Sambom mengatakan penyerangan itu di bawah komando Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Gen Goliath Tabuni, Komandan Operasi Umum Lekagak Telenggen, Panglima Kodap Ilaga Penny Murib, Panglima Kodap Sinak Militer Murib, dan Komandan Lapangan Numbuk Tekenggen.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri kala itu mengatakan KKB di wilayah Kabupaten Puncak dibawah kendali Lekagak Telenggen.

"Mereka semua itu satu kelompok di bawah kendali kelompok Lekagak," kata Irjen Pol Mathius di Kota Jayapura, Papua, Senin 12 April 2021.

Dikatakan, termasuk pembakaran helikopter di Bandara Aminggaru Ilaga pada Minggu 11 April 2021 juga melibatkan Numbuk Telenggen.

Ada empat pelaku pembakaran helikopter yakni Lerymayu Telenggen, Prenggen Telenggen, Numbuk Telenggen dan Abu Bakar Kogoya.

Momen KKB Papua di tengah hutan
KKB Papua saat memasuki tepi sungai tempat mereka hendak menghadang prajurit TNI Polri yang sedang melakukan penyisiran terhadap situasi keamanan di daerah bergolak, Papua.

Ketiga prajurit yang tewas ditembak KKB tersebut diserang saat sedang berjaga di pos TNI.

Kodam Cendrawasih mengatakan bahwa serangan terjadi saat aparat melakukan pergantian jaga.

Serangan secara tiba-tiba membuat baku tembak antara KKB Papua dan prajurit TNI tidak terhindarkan.

Prajurit Serda Rizal mengalami luka tembak di bagian pinggang, sementara Pratu Tuppal Baraza mengalami luka tembak di perut bagian bawah.

Baca juga: Pasukan Elit KKB Papua Serang Mobil TNI, 2 Tewas 3 Luka-Luka, Ini Klaim Komandan Operasi Mayor Arnol

Saat tiba di puskesmas, Serda Rizal dan Pratu Tuppal Baraza dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, kontak tembak di lokasi kejadian masih terjadi.

Penyerangan berikutnya membuat prajurit yang bernama Pratu Rahman dan Pratu Saeful terkena tembakan.

Keduanya juga dilarikan ke Puskesmas Ilaga. Namun, Pratu Rahman dinyatakan meninggal dunia oleh dokter puskesmas.

Kemudian kedua prajurit TNI yang terkena tembak tersebut langsung dievakuasi menuju Puskesmas Ilaga menggunakan kendaraan.

Saat tiba di puskesmas, Serda Rizal dan Pratu Tuppal Baraza dinyatakan telah meninggal dunia.

Sementara itu, kontak tembak di lokasi kejadian masih saja terjadi.

Kemudian penyerangan berikutnya membuat prajurit yang bernama Pratu Rahman dan Pratu Saeful terkena tembakan.

Keduanya juga dilarikan ke Puskesmas Ilaga, namun Pratu Rahman dinyatakan meninggal dunia oleh dokter puskesmas. (frans krowin/tribunpalu.com)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved