Berita NTT Hari Ini
Massa AMARA NTT Gelar Aksi Damai, Ruas Jalan El Tari Kupang Macet
Aksi massa yang melintasi ruas Jalan El Tari tepatnya di depan Gedung DPRD NTT mengalami kemacetan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Aksi massa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (AMARA) NTT menggelar aksi demo damai di Kota Kupang, Ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Aksi massa yang melintasi ruas Jalan El Tari tepatnya di depan Gedung DPRD NTT mengalami kemacetan. Pasalnya, dalam aksi ini massa AMARA NTT menggunakan hampir separuh jalan.
Aksi demonstrasi dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dari beberapa kampus di Kota Kupang dimulai dari depan RS Undana menuju Mapolda NTT dan berakhir di DPRD NTT, Selasa 12 April 2022.
Baca juga: Ramalan Zodiak Karier Keuangan 13 April 2022, Libra Keamanan Finansial, Karier 2 Zodiak Berubah
Pantauan POS-KUPANG.COM, petugas kepolisian dari Satlantas Kota Kupang langsung melakukan pengaturan lalulintas. Kepolisian juga meminta demonstran untuk lebih rapat ke gerbang kantor DPRD NTT, agar kendaraan bisa melintas menggunakan jalur tersebut.
Aparat keamanan juga berjaga di depan gerbang masuk kantor DPRD. Perwakilan demonstran dan pihak kepolisian terus melakukan negosiasi untuk dilakukannya audiensi perwakilan demonstran dan pimpinan DPRD NTT.
Mahasiswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar demonstrasi di Kota Kupang, Selasa 12 April 2022. Demonstrasi itu, dilakukan menuntut adanya pengendalian harga minyak goreng (migor), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Baca juga: Kolaborasi PLN, BPN Dan KPK Amankan Aset Tanah PLN dI NTT dan NTB
Demonstran memulai aksinya di depan RS Undana, Naikoten I dan menuju Mapolda NTT hingga ke kantor DPRD sebagai pusat penyampaian aspirasi. Menamai diri sebagai Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (AMARA) NTT, 500 peserta aksi demonstrasi disebut terlibat dalam aksi itu.
Sebagai informasi, sejak akhir Februari 2022, harga minyak goreng mengalami lonjakan yang signifikan. Dari semula belasa ribu per liter, harga melambung hingga puluhan ribu. Pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000-14.500 per liter. Skema itu, justru menimbulkan kelangkaan migor hingga akhirnya ketentuan pun dicabut dan dibiarkan sesuai dengan mekanisme pasar yang berlaku.
Di Kota Kupang pun mengalami kelangkaan. Ibu-ibu berburu minyak goreng untuk keperluan memasak dan berjualan. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang merespon dengan sidak dibeberapa distributor. Adapun beberapa penyalur menjamin ketersediaan migor pada bulan ramadhan hingga Paskah.
Baca juga: Mahasiswa di NTT Gelar Demonstrasi, Tuntut Pengendalian Harga Minyak Goreng
Untuk demonstrasi sendiri, AMARA menargetkan akan menemui pimpinan DPRD NTT untuk menyampaikan dan menyerahkan tuntutan. Selain tiga tuntutan demikian, wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden, juga ditolak demonstran dari tujuh kampus di NTT ini.
Pantauan, saat ini masa aksi sudah bergerak dari titik kumpul dan melakukan long march ke mapolda NTT. Mahasiswa menggunakan satu mobil komando. Aparat kepolisian dari Polda NTT dikerahkan untuk mengamankan aksi ini. (Fan)