Minggu, 3 Mei 2026

Perang Rusia Ukraina

Perang Rusia vs Ukraina: India Kecam Rusia, Ada Pembantai Warga Sipil Bucha, Serukan Penyelidikan

emerintah India mengacam Rusia yang diduga telah membantai warga sipil Kota Bucha, Ukraina.Tetapi, New Delhi menyerukan penyelidikan independen

Tayang:
Editor: Ferry Ndoen
AFP/RONALDO SCHEMIDT
Jenazah yang diduga dibantai pasukan Rusia dievakuasi dari sebuah sekolah di Bucha, baratlaut ibukota Ukraina, Kiev, Minggu 4 April 2022. 

POS-KUPANG.COM - Pemerintah India mengacam Rusia yang diduga telah membantai warga sipil Kota Bucha, Ukraina.

Tetapi, New Delhi menyerukan penyelidikan independen, sehingga dapat diketahui siapa pelaku sebenarnya.

Rusia telah membantah melakukan pembunuhan, sebaliknya menuduh kelompok milisi Ukraina yang melakukannya.

Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar mengatakan kepada anggota saat berpidato di parlemen pada Rabu (6/4/2022).

Dia mengataan India sangat terganggu atas laporan tersebut.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022, pasukan Rusia telah berulang kali menyerang lokasi sipil dengan serangan udara dan artileri.

Sehingga, meningkatkan kekhawatiran internasional atas kejahatan perang pasukan Rusia.

Ketika pasukan Rusia mundur dari pinggiran ibukota Ukraina, beberapa bukti terkuat kekejaman terungkap minggu ini dari Kyiv Bucha.

Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: India Kecam Rusia, Tuduh Kremlin Bantai Warga Sipil Kota Bucha

Dimana, kuburan massal dan warga sipil yang tewas di jalanan, beberapa mayat dengan tangan terikat dan luka tembak di kepala, yang lain tampaknya ditabrak kendaraan berat.

Mengikuti laporan dari Bucha, Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dan beberapa negara Eropa lainnya telah mengusir diplomat Rusia.

“Banyak anggota terhormat mengangkat insiden, kejadian di Bucha," ujar Jaishankar, seperti dilansir AFP, Kamis (7/4/2022).

"Kami mengutuk keras pembunuhan yang terjadi di sana," tambahnya.

"Ini adalah masalah yang sangat serius, dan kami mendukung seruan untuk penyelidikan independen,” katanya.

Moskow telah membantah menargetkan warga sipil, meskipun banyak bukti yang ditunjukkan oleh otoritas Ukraina, media internasional, dan kelompok hak asasi manusia.

Human Rights Watch dan Amnesty International mengatakan telah mendokumentasikan kejahatan perang yang nyata oleh pasukan Rusia di Bucha dan kota lainnya.

Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: Rusia Mulai Proses Pengusiran Diplomat Amerika Serikat di Moskow?

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved