Perang Rusia Ukraina
Perang Rusia vs Ukraina: India Kecam Rusia, Tuduh Kremlin Bantai Warga Sipil Kota Bucha
Pemerintah India mengacam Rusia yang diduga telah membantai warga sipil Kota Bucha, Ukraina. Tetapi, New Delhi menyerukan pe
POS-KUPANG.COM - Pemerintah India mengacam Rusia yang diduga telah membantai warga sipil Kota Bucha, Ukraina.
Tetapi, New Delhi menyerukan penyelidikan independen, sehingga dapat diketahui siapa pelaku sebenarnya.
Rusia telah membantah melakukan pembunuhan, sebaliknya menuduh kelompok milisi Ukraina yang melakukannya.
Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar mengatakan kepada anggota saat berpidato di parlemen pada Rabu (6/4/2022).
Dia mengataan India sangat terganggu atas laporan tersebut.
Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022, pasukan Rusia telah berulang kali menyerang lokasi sipil dengan serangan udara dan artileri.
Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: India Kurangi Ketergantungan Senjata Militer Rusia, Fokuskan Dalam Negeri
Sehingga, meningkatkan kekhawatiran internasional atas kejahatan perang pasukan Rusia.
Ketika pasukan Rusia mundur dari pinggiran ibukota Ukraina, beberapa bukti terkuat kekejaman terungkap minggu ini dari Kyiv Bucha.
Dimana, kuburan massal dan warga sipil yang tewas di jalanan, beberapa mayat dengan tangan terikat dan luka tembak di kepala, yang lain tampaknya ditabrak kendaraan berat.
Mengikuti laporan dari Bucha, Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dan beberapa negara Eropa lainnya telah mengusir diplomat Rusia.
“Banyak anggota terhormat mengangkat insiden, kejadian di Bucha," ujar Jaishankar, seperti dilansir AFP, Kamis (7/4/2022).
"Kami mengutuk keras pembunuhan yang terjadi di sana," tambahnya.
Baca juga: Berita Internasional: Pemerintah Arab Saudi Terima 1 Juta Jamaah Haji, Indonesia Masih Tunggu Kuota
"Ini adalah masalah yang sangat serius, dan kami mendukung seruan untuk penyelidikan independen,” katanya.
Moskow telah membantah menargetkan warga sipil, meskipun banyak bukti yang ditunjukkan oleh otoritas Ukraina, media internasional, dan kelompok hak asasi manusia.
Human Rights Watch dan Amnesty International mengatakan telah mendokumentasikan kejahatan perang yang nyata oleh pasukan Rusia di Bucha dan kota lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Sergey-Lavrov-dan-Subrahmanyam-Jaishankar_01.jpg)