Rabu, 13 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 13 Mei 2026, "Roh Kebenaran"

Meski beberapa mengejek, yang lain percaya—Roh memimpin Paulus menyampaikan kebenaran di tengah kebudayaan asing.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
DOK. POS-KUPANG.COM
RENUNGAN - Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik 

Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
Hari Rabu biasa Pekan Paskah keenam– 13 Mei  2026
Bacaan I:  Kis. 17:15.22-18:1
Injil:  Yoh. 16: 12-15
Tema: “Roh Kebenaran”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari Rabu biasa Pekan Paskah keenam, membawa kita mendekati Pentakosta, di mana Roh Kudus dijanjikan sebagai pemandu kebenaran. 

Bacaan hari ini menunjukkan Paulus yang dipimpin Roh di tengah dunia pagan, dan Yesus yang menjanjikan Roh untuk menyatakan segala milik-Nya. Mari kita mohonkan Roh Kebenaran untuk memimpin langkah kita hari ini.

Saudara-saudari terkasih

Dalam Kisah Para Rasul (17:15,22–18:1) menceritakan tentang Paulus di Atena, di mana ia melihat kota penuh berhala.

Di Areopagus, ia berkhotbah tentang "Allah yang tidak dikenal", menyatakan Allah sebagai Pencipta dunia yang tak bertempat di kuil buatan manusia, dan menyerukan pertobatan karena hari penghakiman melalui Orang yang dibangkitkan. 

Meski beberapa mengejek, yang lain percaya—Roh memimpin Paulus menyampaikan kebenaran di tengah kebudayaan asing.

Dalam Injil (Yoh. 16:12-15) menjanjikan Roh Kebenaran yang akan datang: Ia tak bicara dari diri-Nya sendiri, tapi menyampaikan apa yang didengar dari Yesus dan Bapa, memuliakan Kristus dengan mengambil milik-Nya dan menyatakannya kepada kita.

Poin refleksi kita adalah "Atena modern": Berbicara kebenaran di "Atena modern": Seperti Paulus di kota berhala, kita hadapi budaya yang menjauh dari Tuhan di jaman kita saat ini. Ada banyak berhala modern yang muncul dalam hidup kita. Permenungan kita: di mana saya perlu memberanikan diri menyampaikan Injil hari ini?

“Roh Kebenaran”: Roh yang memimpin ke dalam seluruh kebenaran. Roh tak menciptakan ajaran baru, tapi dinyatakan sebagai milik Yesus.

Permenungan kita: Sudahkah saya mendengar suara Roh dalam doa dan bacaan firman? Ataukah kita masih saja mendengar suara keinginan kita sendiri?

“Roh Kristus”: Memuliakan Kristus melalui Roh dan Roh itu diambil dari Yesus untuk diberikan kepada kita. Permenungan kita: Bagaimana hidup saya hari ini memuliakan Tuhan melalui ketaatan pada Roh? Atau atas keinginan daging semata?

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama,  Yesus telah memberikan kepada kita Roh kebenaranNya. Maka kita diminta untuk mendengarkan Roh Kebenaran itu dalam keheningan harian kita.

Kedua, beranilah seperti Paulus di tengah tantangan budaya karena Roh Kuduslah yang akan selalu memimpin kita dalam perjuangan hidup kita bahkan dalam situasi yang menantang.

Ketiga, maka biarlah Roh memuliakan Kristus melalui hidup dan karya kita agar nama Tuhan selalu dimuliakan.  Tuhan memberkati kita semua. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved