Berita Sumba Barat Hari Ini
Warga Sumba Barat Minta Pemerintah Tertibkan Pedagang BBM Eceran
sepanjang pemerintah belum menertibkan pedagang BBM eceran dan membatasi pengisian BBM jenis pertalite
Penulis: Petrus Piter | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK - Warga Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat meminta pemerintah segera menertibkan pedagang BBM eceran yang semakin marak berjualan di kota Waikabubak bahkan berjualan di areal sekitar SPBU.
Selain itu, warga juga meminta pemerintah kembali memberlakukan pembatasan pengisian BBM jenis fertalite baik terhadap sepeda motor maupun pickup dan bemo.
Hal itu karena umumnya kendaraan yang antre sepanjang saat di SPBU pada jalur pengisian pertalite adalah untuk kepentingan bisnis. BBM jenis fertalite yang diisi dijual kembali kepada pedagang eceran baik dalam wilayah kota Waikabubak maupun ke kecamatan hingga desa.
Baca juga: Stok Bahan Bakar di SPBU Naesleu Kabupaten TTU Relatif Aman
Kebiasaan satu kendaraan berulangkali mengisi pertalite di SPBU sehingga dapat dipastikan hanya dalam waktu 2-3 jam lamanya, stok BBM jenis fertalite habis.
Beberapa warga seperti Ama Bobi, Mama Irene dan Yulianti yang secara terpisah ditemui disela-sela mengisi BBM di SPBU Kilometer 3 Kota Waikabubak, Sumba Barat, Selasa 5 April 2022 sore menyampaikan harapan tersebut.
Menurut mereka, sepanjang pemerintah belum menertibkan pedagang BBM eceran dan membatasi pengisian BBM jenis pertalite maka kelangkaan BBM jenis pertalite tetap saja terjadi.
Baca juga: BINDA NTT bersama Ormas Islam Lakukan Vaksinasi di Masjid Selama Ramadan
Hal itu karena puluhan hingga ratusan kendaraan yang berulangkali mengisi BBM jenis pertalite di SPBU adalah untuk kepentingan bisnis. BBM pertalite yang diisi dijual kembali kepada pedagang eceran.
Karena itu, berapapun kuota yang diperoleh, kelangkaan BBM jenis pertalite pasti saja terjadi. Untuk itu, ketiganya menyarankan pemerintah segera menertibkan pedagang BBM eceran dan membatasi pengisian BBM terutama fertalite demi mencegah kelangkaan BBM jenis fertalite di wilayah ini.(*)