Berita NTT Hari Ini
Kepala BMKG Sebut Hampir Semua Pantai di NTT Zona Merah
masyarakat diajak untuk tidak panik dan menyebabkan terjadi masalah lain seperti penghambatan pertumbuhan ekonomi.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, menyebut pantai di wilayah Nusa Tenggara Timur berada di zona merah atau berpotensi terjadi tsunami. Berbeda dengan wilayah lain di Indonesia.
Sewaktu di Kupang pada Rabu 16 Maret 2022 lalu, Dwikorita menyampaikan kalau zona pantai di NTT juga terjadi gempa dangkal dengan pusat gempa pada kedalaman kurang dari 30 kilometer.
Selama tahun 2009 sampai tahun 2021 BMKG mencacat hal demikian. Pada bagian barat daya pulau Flores, kedalaman gempa lebih dari 30 kilometer. Meski kedalaman berada di dasar laut, Dwikorita menyebut getaran gempa terasa hingga ke darat.
Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, Pemprov NTT Percepat Vaksinasi
Pusat gempa, berada di sisi selatan dan Utara pulau Flores. Bahkan, ada juga pusat gempa di bagian Timur. Jalur itu merupakan zona tumbukan lempeng dari Indo-australia, dari arah tenggara dan selatan menunjang kebawa lempeng Asia.
Menurutnya, ini menjadi pusat gempa sekaligus pusat pembangkit tsunami. NTT, dikepung gempa dari timur, selatan, tenggara, dan utara.
Kekuatan gempa, kata dia, bisa merusak bangunan bila terjadi dengan cukup besar. Bangunan itu menurut dia, karena tidak siap sehingga mudah rusak. NTT sendiri, diketahui kekuatan gempa dimungkinkan hanya bisa merobohkan bangunan.
Baca juga: 30 Unit Konsentrator Oksigen Didonasikan GoTo ke Pemprov NTT
"Jadi di NTT ini daerah mana yang perlu diwaspadai, NTT ini hampir merata (gempa)," sebut Dwikorita.
Informasi ini, lanjut dia, masyarakat diajak untuk tidak panik dan menyebabkan terjadi masalah lain seperti penghambatan pertumbuhan ekonomi. Pada negara lain, kesiapan untuk menghadapi gempa ini sudah baik.
BMKG juga telah memasang berbagai sistem peringatan dini tsunami di hampir semua daerah di NTT. Sirene dan beberapa peralatan peringatan dini lain telah dipasang.
Meski begitu, masyarakat tetap mewaspadai bila terjadi ancaman serius terutama ketika berada di daerah pesisir.
Baca juga: Pemprov NTT Minta Hentikan Polemik Pelantikan Wabup Ende Erik Rede
Untuk itu, BMKG sendiri ingin agar kesolidan bersama Pemerintah di daerah bisa terbangun baik.
Sebab, masyarakat akan bisa diatur oleh pemerintah setempat. 14 Stasiun BMKG di NTT terus melakukan pendampingan untuk semua daerah di NTT dalam memberikan informasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pertemuan-antara-bmkg-dan-stakeholder-terkait-di-ntt.jpg)