Sabtu, 9 Mei 2026

Nagekeo Terkini

Pastor Paroki Boawae Ajak Umat Olah Lahan Kritis untuk Tanam Jagung

Ia mengapresiasi PT SMJ yang telah mendampingi ratusan petani dengan luas tanam jagung mencapai 40 hektar.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
PANEN - Pastor Paroki Boawae Kletus Jo (Tengah) saat memberikan keterangan usai panen raya di lahan milik paroki, Jumat (17/04/2026). Panen raya ini hasil kolaborasi bersama PT SMJ bersama umat setempat dengan total lahan tanam 40 hektar. 

Ringkasan Berita:
  • Pastor Paroki Boawae, Kletus Jo, mengajak umat dan petani untuk mengolah lahan kritis menjadi lahan produktif 
  • Pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT)  jadi perhatian
  • Asisten Perekonomian Setda Ngada, Elias Tae, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong optimalisasi lahan

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, MBAY – Pastor Paroki Boawae, Kletus Jo, mengajak umat dan petani untuk mengolah lahan kritis menjadi lahan produktif guna pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ajakan tersebut disampaikan saat panen raya jagung di lahan demplot binaan PT Silvano Maynard Jaya (SMJ) di Paroki Boawae, Jumat, 17 April 2026.

“Mari lihat dan buat, kita kerja pakai perbuatan, bukan kerja pakai omong. Dengan demikian kemajuan yang didambakan dapat tercapai,” tegas Pastor Kletus.

Ia menilai, potensi lahan di Nagekeo sangat besar dan perlu dimanfaatkan secara maksimal. Melalui kolaborasi dengan PT SMJ, ia berharap terjadi perubahan pola pikir masyarakat agar lebih produktif dalam mengelola lahan yang tersedia.

Baca juga: Warga Boawae Nagekeo Tewas Ditikam, Kapolsek Minta Keluarga Korban dan Pelaku Manahan Diri

Sementara itu, pemerintah daerah mencatat potensi lahan kritis di Kabupaten Nagekeo mencapai sekitar 76.000 hektar yang tersebar di wilayah Boawae, Aesesa, dan Wolowae.

Asisten Perekonomian Setda Ngada, Elias Tae, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong optimalisasi lahan melalui edukasi serta kolaborasi dengan pihak swasta.

Ia mengapresiasi PT SMJ yang telah mendampingi ratusan petani dengan luas tanam jagung mencapai 40 hektar.

 Kehadiran perusahaan tersebut dinilai tidak hanya menjamin kepastian pasar, tetapi juga membawa pendekatan pertanian modern melalui pendampingan dari hulu hingga hilir.

“Pola pendekatan yang kita lakukan adalah optimalisasi lahan serta edukasi petani ke depan, agar dapat berkolaborasi langsung dengan perusahaan,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Elias, juga mendukung pembangunan infrastruktur pertanian seperti jalan tani serta penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Perimus Nuwa, mengungkapkan hasil panen jagung di lokasi tersebut cukup menggembirakan. Berdasarkan metode ubinan, produktivitas mencapai 14 ton per hektar.

“Hasil ini sangat luar biasa seperti yang kita lihat hari ini. Ke depan, kami tetap berkolaborasi dengan PT SMJ. Untuk pengendalian hama, kami juga menyiapkan petugas di lapangan agar bisa melakukan penanganan secara cepat,” jelasnya.

Ia menambahkan, wilayah Mauponggo dan Nangaroro lebih didominasi sektor perkebunan, sementara potensi pengembangan jagung masih terbuka luas di wilayah lain.

“Potensi lahan kita masih sangat besar. Pemerintah akan terus bergerak membuka dan mengembangkan lahan pertanian agar dapat dimanfaatkan secara maksimal,” pungkasnya. (cha)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved