Banjir TTU

Warga Terdampak Banjir di Maubeli Minta Pemerintah Kabupaten TTU Benahi DAS

Dikatakan Yuven, hal ini dimaksudkan agar bencana banjir tidak terjadi secara terus-menerus di wilayah tersebut.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: maria anitoda
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Banjir kembali rendam pemukiman warga di TTU 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU- Seorang warga terdampak banjir di RT/007/003, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT bernama Yuven Metkono meminta Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara bisa melakukan pembenahan terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah itu.

"Semoga dengan peristiwa ini, mungkin dari pemerintah bisa melihat khususnya DAS ini bisa dibenahi," ujarnya, saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Jumat, 18 Maret 2022.

Dikatakan Yuven, hal ini dimaksudkan agar bencana banjir tidak terjadi secara terus-menerus di wilayah tersebut.

Apabila anggaran DAK dari Pemerintah Kabupaten TTU tidak mencukupi untuk dilakukan pembenahan terhadap DAS tersebut maka, lanjut Yuven, pemerintah kabupaten bisa meminta bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat. 

Baginya, banjir yang merendam rumah warga di wilayah itu pada hari ini terjadi untuk yang kedua kalinya sejak Bencana Badai Siklon Tropis pada 2021 lalu.

"Tahun lalu kita terdampak dan setelah itu, kita dimonitor oleh pemerintah daerah dalam hal ini BPBD,"ungkapnya.

Pada tahun 2021 lalu, pasca dilanda bencana banjir bandang, BPBD TTU sempat melakukan pendataan terhadap korban bencana.

Namun, hingga saat ini bantuan yang dimaksud belum terealisasi.

"Hari ini juga tadi tim dari kabupaten dalam hal ini BPBD, mereka datang untuk memastikan bahwa ada bantuan. Nah setelah tadi mereka kembali itu, ada musibah lagi seperti ini," kata Yuven.

Menurutnya, sekitar 8 unit rumah warga di wilayah tersebut yang terendam banjir pada peristiwa tahun 2021 lalu.

Ia mengaku, sejak awal musim penghujan pada Bulan Oktober 2021 hingga awal Maret 2022 air di kali kilometer 4 tersebut tidak meluap ke pemukiman warga.

"Baru kali ini air meluap lagi. Selama ini ada banjir tapi tidak sebanding dengan hari ini. Dan hari ini volumenya besar sama seperti tahun lalu," ucap Yuven.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved