Berita NTT Hari Ini
Ansy Lema Terima Aspirasi Masyarakat Diaspora TTU di Senayan
Ansy menyampaikan komitmen untuk terus menyuarakan-memerjuangkan aspirasi masyarakat TTU.
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si menerima kunjungan dari perwakilan masyarakat diaspora Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang berada di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok,Tangerang- Bekasi) di ruang rapat Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Rabu 16 Maret 2022.
"Tidak hanya mengunjungi dan menerima aspirasi dari rakyat yang tinggal NTT, saya selalu membuka diri kepada diaspora untuk berkunjung serta berdiskusi. Rumah DPR di Senayan adalah rumah rakyat yang harus dibuka kepada setiap aspirasi," ujar politisi muda yang akrab dipanggil Ansy Lema tersebut melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Kamis 17 Maret 2022 pagi.
Aspirasi dan Diskusi
Ansy menjelaskan, perwakilan Diaspora TTU yang datang berasal dari berbagai profesi dan latar belakang, mulai dari buruh pabrik, dosen/akademisi, praktisi, pengacara, mahasiswa, pengusaha, pekerja, dan lain-lain.
Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov NTT Percepat Vaksinasi
Mereka datang secara sukarela karena panggilan nurani untuk berkontribusi bagi pembangunan di TTU.
"Kehadiran mereka adalah simbol cinta kepada kampung halaman dari tanah rantau. Secara penuh antusiasme diaspora bercerita mengenai kondisi wilayah mereka di Miomaffo, Bikomi, Insana, Biboki dan Kota Kefa," kata Mantan Dosen tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Ansy dan Diaspora TTU mendiskusikan banyak hal. Diantaranya masukan ihwal persoalan, kebutuhan dan potensi pertanian, peternakan, kelautan-perikanan di Kabupaten TTU.
Baca juga: 1.638 Orang Lulus PPPK Tahun 2021, Pemprov NTT Usul Penambahan Anggaran
Masalah-masalah yang muncul seperti kelangkaan air bersih, alih fungsi lahan dan kawasan hutan, pengolahan pasca panen produk pertanian, smart farming, pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal komunitas hingga tingginya angka stunting di TTU.
"Tak lupa pada saat itu Diaspora menyampaikan ucapan terima kasih atas perjuangan saya di Komisi IV DPR RI dalam menyuarakan dan mempertahankan Status Cagar Alam (CA) Mutis", papar Ansy.
Ansy menegaskan bahwa CA Mutis adalah simbol budaya Atoni Pah Meto (Suku Dawan), jantung peradaban, dan paru-paru Timor yang harus tetap dijaga kelestariannya.
Baca juga: Pemprov NTT Tidak Mau Berpolemik Pelantikan Wabup Ende
Pembangunan harus berwawasan ekologis, membela kepentingan rakyat, dan mendengarkan suara masyarakat adat.
"Sehingga, pada saat rapat di Komisi IV, saya meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar jangan mengutak-atik CA Mutis," tambah Ansy.
Komitmen Perjuangkan Aspirasi
Menanggapi aspirasi Diaspora, Ansy menyampaikan bahwa Kabupaten TTU selalu ada di hatinya. Apalagi, Kabupaten TTU merupakan daerah perbatasan, teras depan Republik yang harus diperhatikan. Maka sejak awal dilantik sebagai DPR RI, ia sudah memberikan perhatian besar kepada Kabupaten TTU.
Baca juga: Ini Rincian Anggaran Belanja Negara untuk Pemprov NTT Tahun 2022